Kombes Rudi, Ditantang Ungkap Korupsi

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Setelah resmi menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, akan menghadapi sejumlah tantangan untuk diselesaikan. Tak hanya kejahatan-kejahatan jalan yang meresahkan warga kota. Tapi kasus kejahatan kerah putih (white collar crime) seperti korupsi dan mafia tanah, juga perlu penanganan. Sebab selama ini Polrestabes masih kalah dengan Kejaksaan Negeri dalam pengungkapan kasus korupsi. Justru beberapa diantaranya tak ada kejelasan. Sebut saja, dugaan korupsi Bimtek DPRD Surabaya Rp 3,7 miliar yang ditangani sejak Coki Manurung, hingga kini tak jelas penyelesaiannya. Di sisi lain, potensi terjadinya korupsi di sejumlah instansi pemerintahan di Surabaya, juga cukup tinggi. Laporan : Firman R - Ibnu W, Editor: Ali Mahfud Karena itulah, kalangan akademisi di Surabaya menantang Kombes Pol Rudi Setiawan untuk bisa mengungkap kasus korupsi di Surabaya. Apalagi, Akpol lulusan tahun 1993 itu sebelumnya menjabat Dirreskrimsus. Sudiman Sidabukke, pakar hukum dari Universitas Surabaya (Ubaya), berharap beralihnya tongkat kepemimpinan Polrestabes Surabaya ke depannya dapat membawa perubahan berarti dalam penegakan tindak pidana korupsi di Surabaya. Menurut Sudiman, selama di bawah kepemimpinan Kombespol M. Iqbal, penegakan tindak pidana korupsi tampaknya tidak menjadi prioritas. "Hemat saya, selama kepemimpinan Pak Iqbal, saya memandang penegakan yang terjadi hanya terfokus pada kriminal-kriminal umum saja. Kurang ada greget di bidang korupsi," ungkap Sudiman kepada Surabaya Pagi, Jumat(1/12). Padahal, menurut Sudiman, kota besar seperti Surabaya, perkara suap menyuap tentunya akan sangat jamak untuk ditemui. "Saber Pungli itu harus ada gregetnya. Selama ini Polrestabes selalu bisa dibilang kalah dengan Kejari maupun Kejati kalau untuk (kasus korupsi) itu," tambahnya. Sehingga, Sudiman berharap beralihnya tongkat kepemimpinan di bawah kendali Kombes Rudi mampu menjadikan penindakan tindak pidana korupsi di Surabaya menjadi prioritas utama. Harapan tersebut ditambah dengan background Kombes Rudi yang sebelumnya merupakan Direskrimsus Polda Sumsel. "Kalau pernah jadi Direskrimsus, ada harapan untuk penindakan korupsi kan. Tinggal bagaimana nanti dia menggerakkan jajarannya. Saya yakin ada harapan untuk itu, meskipun saya tidak mengenal Beliau ataupun tidak pernah mendengar nama Beliau sebelumnya," tegas Sudiman. Kabid Penanganan Kasus YLBHI-LBH Surabaya Hosnan juga memiliki harapan yang sama. Ia berharap, background Kombes Rudi yang sebelumnya merupakan Direskrimsus dapat memberikan angin segar bagi penindakan kasus-kasus pidana khusus (Pidsus) di Surabaya. "Bicara tindak pidana khusus ini kan bukan hanya korupsi saja. Ada kejahatan lingkungan yang juga termasuk di dalamnya. Ya saya berharap ada peningkatan untuk itu. Karena baik korupsi maupun kejahatan lingkungan ini kan jumlahnya tidak sedikit di Surabaya. Saya yakin rekan-rekan kepolisian punya datanya. Semoga bisa terselesaikan dengan beralihnya tongkat kepemimpinan ini," jelas Hosnan. Hari Pertama Kapolrestabes Sementara itu, Kombes Pol Rudi Setiawan mengisi hari pertama kerja dengan berziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (1/12) sore. Dia datang bersama Gubernur AKPOL, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. Ziarah dilalukan Rudi dan Rycko setelah menjalankan salat Ashar di Masjid Sunan Ampel. Sebelum ke makam, keduanya diterima Ketua Takmir Masjid Ampel KH Mohammad Azmi Nawawi. Mereka bersama melakukan ziarah di makam Sunan Ampel. Dalam kesempatan itu Rudi Setiawan tak hanya berziarah ke makam Sunan Ampel, ia juga menyapa dan bersilaturahim ke pihak takmir dan pengurus masjid Ampel Surabaya. "Sebagai seorang muslim saya paham betul tentang ajaran kita. Bahwa selain berupaya bekerja keras, saya juga harus memohon kepada Allah SWT, yang mengatur kita semuanya. Tadi saya tiba pas waktu shalat Ashar, saya langsung salat di masjid dan berdoa," kata Rudi Setiawan. Sebelumnya, pada saat setelah penyambutan dirinya sebagai Kapolrestabes Surabaya, Rudi sempat mengatakan akan meneruskan program inovatif Kombes Pol Muhammad Iqbal selama memimpin Kapolrestabes Surabaya. Selain itu Rudi mengatakan, akan lebih tegas menghadapi kejahatan jalanan di Surabaya. "Saya tugas terakhir di reserse (Direskrimsus Polda Sumsel), mudah-mudahan saya bisa mewujudkan keamanan di kota Surabaya. Pokoknya kejahatan jalanan kami sikat lah," katanya. Untuk penindakan terhadap pelaku kejahatan, Rudi tetap berpedoman pada yuridis, teknis, dan etis. "Kami aka bertindak sesuai dengan aturan dan pedoman tersebut, secara hukum, tata cara, dan kepatutan," lanjut Rudi. Ia juga tak segan-segan bertindak lebih jauh untuk menghukum pelaku kejahatan yang sudah bertindak sangat brutal. Tembak mati dilakukan bila pelaku kejahatan sudah berani bertindak mengancam keselamatan nyawa petugas. n ifw/fir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru