SURABAYA PAGI, Gresik - Tingginya intensitas curah hujan belakangan ini, mengundang warga di wilayah Kabupaten Gresik, terutama di daerah rawan banjir, mulai siaga.
Bahkan, untuk mencegah terjadinta banjir, warga mulai membersihkan sakuran pembuangan air, untuk mencegah genangan air. Dan bagi warga yang berada di dekat kali Lamong, cara dilakukan mereka terpaksa meninggikan dan memperbaiki tanggul. Pasalnya, air di kali Lamong kini mulai pasang hingga menyentuh bibir tanggul.
Guna mencegah air meluap ke pemukiman penduduk. Warga Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, bergotong royong memperbaiki tanggul. Dan meninggikan tanggul yang rendah. Pasalnya, ketinggian tanggul tidak rata.
Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan bahwa yang turur ikut dalam gotong royong memperbaiki tanggul sebanyak 600 warga, terdiri dari BPBD Gresik, TNI, Polisi dan warga desa setempat.
Seorang warga setempat, Haryanto, mengemukakan tanggul Kali Lamong ditinggikan karena hingga kini ketinggian air pasang mulai mengancam warga. Betapa tidak, desa ini kerap menjadi langganan banjir manakala air dari Kali Lamong, pasang dan meluap.
"Cara ini yang bisa kami lakukan meninggikan tanggul apa adanya, untuk mencegah air meluap " kata Haryanto di lokasi warga gotong royong, Minggu (3/12/2017).
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Gresik Abu Hasan mengakui jika Kali Lamong salah satu penyebab wilayah selatan Gresik sering dilanda banjir. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam membenahi infrastruktur Kali Lamong ini, karena merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Selain Kali Lamong, Kali Surabaya dan Sungai Bengawan Solo juga tanggung jawab pemerintah pusat.
"Kita ini kan dikepung tiga sungai. Ketiganya tanggung jawab pusat. Inilah kenapa Gresik rawan banjir. Tapi kita tidak bisa bangun tiga sungai ini karena statusnya kewenangan pusat," tandas Abu. Mis
Editor : Mariana Setiawati