SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih ada waktu 3 minggu bagi semua nelayan, sebelum larangan melaut menggunakan jaring payang/cantrang benar-benar diberlakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Kondisi yang demikian ini sebagian besar dimanfaatkan oleh nelayan Pantai Utara (Pantura) Paciran dan Brondong Lamongan Jawa Timur, untuk tetap menggunakan jaring payang/cantrang dalam mencari ikan di laut. "Kalau nelayan dengan perahu besar tetap seperti biasa menggunakan jaring payang/cantrang, kebetulan pemberlakukan larangan kan masih belum,"kata H. Sukri Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Lamongan, Rabu (6/12/2017). Meski demikian, pihaknya bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Lamongan, terus berupaya meyakinkan kepada para nelayan, untuk tetap mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh menteri KKP. Ia juga menyebutkan dalam setiap momen, HNSI selalu memberikan pemahaman, agar nelayan dalam melaut selain menjaga keselamatan serta patuh aturan."HNSI berupaya tetap memberikan pemahaman dan sosialisasi ke nelayan, kalau per 1 Januari 2018 larangan menggunakan payang/cantrang diberlakukan,"katanya. Meskipun alat tangkap ramah lingkungan bantuan dari kementerian KKP masih tergolong masih kecil bila dibandingkan dengan daerah lain yang mencapai ratusan, namun HNSI tetap berharap nelayan lambat laun menggunakan jaring ramah lingkungan, untuk melindungi kehidupan biota laut dan menjaga kelestariannya."Nelayan Lamongan harus segera menyadari akan bantuan alat tangkap itu, kalau tidak diterima ya nelayan Lamongan akan ketinggalan momentum,"terangnya. Nelayan Lamongan sendiri tambah dia, dua kali bantuan alat tangkap nelayan baru mendapatkan sekitar 102, itu sudah termasuk bantuan alat tangkap ramah lingkungan yang diberikan beberapa waktu lalu berjumlah 18. "Bantuan alat tangkap untuk Lamongan cuman 18 ini sebenarnya sudah warning dari Kementrian KKP, karena daerah lain seperti Tuban dan Gresik sudah mendapatkan ratusan,"jelasnya. Sementara itu, meski tergolong cuaca ekstrimnya belum, nelayan Pantura tetap melaut seperti biasa."Kalau sekarang ini anginya masih biasa saja tenang, meski terkadang muncul angin dan gelombang tinggi,"ujarnya. Tapi tambah Sukri, kalau anginya besar dan gelombang sudah tinggi biasanya pada bulan akhir Februari dan awal Maret."Kalau poknya (tingginya red) angin ya bulan dua akhir, dan awal bulan tiga, kalau sekarang anginya biasa-biasa saja, dan nelayan melaut seperti biasa,"akunya.jir
Editor : Redaksi