SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Banyak yang bertanya-tanya, mengapa kemacetan di kota Surabaya akhir-akhir ini semakin marah? Padahal, beberapa ruas jalan sudah dilebarkan. Warga kota merasakan kemacetan tidak hanya pada jam-jam padat seperti pagi dan sore. Malam pun jalanan padat, hingga arus lalulintas tersendat. Apalagi jika hujan dan jalanan tergenang, kemacetan dipastikan parah.
----------
Laporan: Firman Rachman-Ibnu F Wibowo, Editor: Ali Mahfud
Keluhan masyarakat tentang semakin parahnya kemacetan dapat dengan mudah ditemukan. Rangga misalnya, pengemudi taksi online tersebut mengaku kemacetan yang terjadi kian hari semakin tidak bisa dikendalikan. "Saya itu sampai bingung, sering itu nggak ada apa-apa tapi macet nggak karuan. Ini kendaraan bermotor tambah banyak," kata Rangga saat ditemui di sebuah warung kopi, Kamis (7/12).
Menurut Rangga, titik-titik kemacetan pun saat ini semakin tidak bisa diprediksi. "Kalau beberapa tahun lalu, palingan yang macet A Yani, Raya Darmo. Lah sekarang? Jl Diponegoro juga parah, Basuki Rahmat pun begitu. Gubernur Suryo juga. Area sekitaran Tugu Pahlawan malah lebih parah. Jl Tunjungan juga," ungkapnya.
Pantauan Kamis (7/12) siang, beberapa titik menunjukkan kemacetan parah dan tidak lagi mengenal jam. Di Jalan Biliton misalnya, pada pukul 12.00 siang, area tersebut nampak penuh oleh kendaraan. Antrean kendaraan di depan jalan mengular hingga depan sebuah rumah karaoke keluarga di dekat Taman Lansia-Gubeng.
Kondisi serupa di area sekitaran Bundaran Waru. Antrean kendaraan dari Surabaya arah Sidoarjo, begitu ramai. Kendaraan tampak saling serobot dan berpindah jalur agar bisa mendahului kendaraan lainnya. Ekor kemacetan pada pukul 13.00, terpantau hingga Taman Pelangi. Padahal, di jalan Ahmad Yani sudah ada frontage road.
Pantauan malam hari tak jauh beda. Terlebih lagi jika hujan, kemacetan di jalan dapat mencapai lebih dari tiga jam. Seperti terlihat di seputar pertigaan Kebun Binatang Surabaya, tadi malam. Kepadatan mulai terasa sejak di jalan Diponegoro arah Wonokromo. Hingga kemudian kepadatan arus lalu lintas tertumpuk mulai jembatan layang Wonokromo sampai ke seputar jalan Ahmad Yani.
"Memang macet sekarang ini semakin menjadi-jadi. Meski belum sampai separah Jakarta, tapi di Kota Surabaya juga sudah parah lah. Saya misalnya, kalau seusai Rapat Paripurna itu saya sekitar pukul 15.00 belum perjalanan pulang dan tidak lewat tol dijamin juga akan terjebak macet," tutur Hamy Wahjunianto, anggota DPRD Jatim.
Editor : Redaksi