Ikan Tongkol Bisa Diubah Menjadi Hand Body Lotion

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Di tangan 3 siswa SMK Farmasi Surabaya, amis dari kepala dan tulang ikan tongkol dapat menjadi produk baru. Bagian kepala dan tulang ikan tongkol ini menjadi hand body lotion yang kaya akan kolagen. Sehingga bisa meremajakan kulit tanpa menimbulkan iritasi. Mereka yaitu Mahisa Kampala PM (17), Lilis Irawati (17) dan Vivi Indarwati (17) yang mengambil ekstrak kolagen pada ikan tongkol. Dan mengubahnya menjadi gelatin untuk dijadikan body lotion. Karya mereka ini bahkan mendapat Juara 3 LKTI di Jangkar (Ajang Karya Tulis Ilmiah)2017 yang diadakan prodi perikanan dan kelautan Universitas Airlangga. Ketua tim, Mahisa menjelaskan, untuk mengambil kolagen pada ikan tongkol prosesnya cukup mudah. Yaitu cukup merendam kepala dan tulang yang sudah dibersihkan dengan Natrium Clorida. Sebelumnya tulang dan ikan ini harus di potong sepanjang 3 sentimeter untuk memperluas permukaan yang terendam. "Prosesnya sederhana tapi butuh waktu 30 jam. Setelah direndam itu nanti akan keluar gel yang merupakan kolagen. Untuk memisahkan dengan Natrium Klorida harus diuapkan dulu,” urainya. Pria kelahiran Sidoarjo, 10 September 2000 ini menjelaskan, kandungan kolagen yang pernah diteliti terdapat pada tulang ikan tongkol menjadi bahan alternatif pemanfaatan limbah makanan laut. Kolagen ini bisa melembapkan kulit dan mengenyalkan kulit, sehingga sangat ideal jika dijadikan bahan body lotion. "Kolagen yang sudah berbentuk gelatin ini dicampur dengan bahan pembuat body lotion seperti gliserin,gelatin dan aquadest. Perbandingan kolagen dengan bahan pencampurnya 1:1," paparnya. Lilis menambahkan hasil analisa body lotion ini menunjukkan Ph 4 yang artinya tidak menimbulkan iritasi. Karena sesuai dengan ph kulit manusia, serta memiliki daya serap tinggi terhadap kulit. "Body Lotion ini memiliki kualitas yang baik dengan warna putih, dan harum mawar dari essense yang ditambahkan,” jelasnya. Proses riset ini mereka lakukan pada hari Sabtu yang merupakan hari libur mereka. Proses pencarian bahan baku juga mudah, mereka mendapatkannya dari penjual makanan yang memang membuang kepala dan tulang di area pasar dekat sekolah. "Kami minta ke penjual sampai 1 kresek karena butuh 300 gram saja untuk menghasilkan 100 gram gelatin,” ujarnya. Pendamping tim, Indrawati mengungkapkan untuk melakukan riset siswa tidak perlu mengorbankan jam pelajarannya. Sebab riset dilakukan pada hari Sabtu di luar jam pelajaran. Pada hari itu siswa yang tergabung dalam Karya Ilmiah Remaja memang diasah keterampilannya dengan bereksperimen. sry

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Minggu, 01 Mar 2026 21:09 WIB
Minggu, 01 Mar 2026 21:07 WIB
Senin, 02 Mar 2026 18:35 WIB
Selasa, 03 Mar 2026 19:07 WIB
Berita Terbaru