SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Mulai sadar pentingnya alat tangkap ramah lingkungan, nelayan Lamongan yang sebelumnya kukuh tidak mau menerima bantuan alat tangkap dari pemerintah pusat, seperti yang terjadi dua minggu yang lalu itu, akhirnya nelayan berubah sikap dan siap menerima bila ada bantuan lagi.
Peryataan kesiapan itu disampaikan seiring telah ditanda tanganinya surat peryataan kesanggupan, dan siap menggunakan alat tangkap ramah lingkungan oleh 19 dari 20 ketua rukun nelayan di dua Kecamatan Paciran dan Brondong, di Kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Lamongan.
Penandatanganan kesanggupan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, dan menerima bantuan itu, seperti yang disampaikan oleh H Sukri ketua HNSI Cabang Lamongan, Senin (11/12/2017) adalah, bagian dari upaya untuk menyelamatkan biota laut dan menjaga kelesatarianya.
Selain itu, kesadaran untuk menerima bantuan dan menggunakan alat tangkap ramah linkungan, agar nelayan Lamongan tidak ketinggalan momentum dengan daerah lain yang sudah menggunakan alat bantuan dari pemerintah itu.
"Kalau kita tetap bertahan tidak menerima bantuan alat tangkap ramah lingkungan, kita ketinggalan momentum, dan itu sama artinya menjerumuskan anak cucu kita," kata Sukri didampingi Sekretaris HNSI Muhlisin Amar.
Karena generasi penerus beberapa tahun kedepan tidak bisa melaut, lantaran ikan minim, karena sebelumnya biota dan kelestarian laut sudah rusak, akibat ego nelayan yang masih menggunakan alat tangkap payang/cantrang.
"Kita siap menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, dan menerima bantuan ini lebih karena ingin menyelamatkan laut dan masa depan anak cucu kita," ujarnya sambil menyebutkan kalau penandatanganan kesanggupan oleh rukun nelayan ini sendiri, disaksikan oleh pengurus HNSI Cabang Lamongan.
Sekedar diketahui, dua minggu lalu nelayan pantai utara (Pantura) menolak bantuan dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan, dihadapan Syarif Hidayat Dirjen Ikan Tangkap pada Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI, saat acara temu nelayan di Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Brondong.
Dalam acara yang sedianya memberikan alat tangkap ramah lingkungan kepada para nelayan itu, diwarnai kericuhan, karena nelayan enggan menerima bantuan dari pemerintah, bahkan alat tangkap yang sedianya dibagikan kepada perwakilan penerima bantuan, tidak jadi dan alat tangkap bantuan itu diangkut oleh nelayan dimasukan ke mobil pickup agar dibawa kembali.
Padahal alat tangkap bantuan itu, nelayan Lamongan hanya mendapatkan 18 jaring karena sudah dua tahun ini menolak bantuan, selebihnya ratusan alat tangkap ramah lingkungan itu diperuntukan untuk nelayan dari daerah lain.jir
Editor : Redaksi