SURABAYAPAGI.com, Surabaya - DPP Partai Gerindra, pada Hari Senin(11/13), secara resmi telah menerbitkan surat tugas terkait Pilkada Jatim kepada Calon Gubernur La Nyalla Mahmud Mattalitti. Surat bernomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 yang ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto itu menugaskan kepada La Nyalla untuk memenuhi persyaratan pencalonan antara lain dukungan dari partai lain dan kelengkapan pemenangan. Surat tersebut memberi batas waktu hingga 20 Desember kepada La Nyalla.
Saat dihubungi, La Nyalla menyatakan bahwa dirinya berterima kasih atas terbitnya surat tugas bertanggal 10 Desember 2017 tersebut. “Insya Allah kami akan menjalankan perintah dalam surat tugas ini dengan baik, dengan sekuat tenaga,” ujar La Nyalla.
Menurut La Nyalla, dalam waktu dekat pihaknya akan mengonsolidasikan kekuatan untuk memenuhi persyaratan pencalonan, termasuk dengan mengintensifkan komunikasi ke sejumlah partai lain seperti Partai Amanat Nasional (PAN), khususnya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
“Sejauh ini kita berkomunikasi dengan cukup baik dan intens. Kami membicarakan bagaimana Jatim ke depan harus lebih berkeadilan sosial, masyarakatnya lebih sejahtera dan ketimpangan bisa terus dikurangi,” papar La Nyalla yang juga ketua umum Kadin Jatim.
Selain meningkatkan komunikasi ke sejumlah partai, La Nyalla juga masih terus memanasi para relawannya yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jatim. “Saya sudah berkeliling di seluruh daerah Jatim, alhamdulillah responsnya baik. Dan kami terus bergerak, tim di lapangan sudah on dan tinggal jalan saja,” kata La Nyalla.
La Nyalla optimistis jalannya untuk menjadi calon gubernur dan kemudian terpilih sebagai gubernur bisa terealisasi. Optimisme ini didasari aspirasi publik yang dia jaring selama turun ke berbagai daerah. “Saya menangkap getaran yang sangat kuat dari rakyat tentang kerinduan pada perubahan, kerinduan pada masyarakat yang lebih berkeadilan,” pungkas La Nyalla.
Secara terpisah, menurut pakar komunikasi Unair Irfan Wahyudi, surat tersebut merupakan usaha dari Partai Gerindra untuk memberi kesempatan kepada La Nyalla. Pasalnya, tidak dapat dipungkiri saat ini Ketua Kadin Jatim tersebut merupakan aktor yang berpotensi sebagai penyeimbang kondisi politik di Jatim menjelang Pilkada Gubernur 2018.
"Kan Partai Gerindra jelas tidak ingin masuk ke dua kubu (Gus Ipul atau Khofifah). Juga telah memberi informasi ke masyarakat bahwa Partai Gerindra punya sikap politik berbeda. Meski demikian, Partai Gerindra juga ingin melihat persiapan/kemampuan La Nyalla dalam menggaet partai lain dan mendemonstrasikan kekuatannya dalam percaturan politik Jatim. Jadi, bisa dikatakan meski sudah mendukung, namun dukungan yang diberikan belum bulat," kata Irfan. ifw
Editor : Redaksi