Pemprov Jatim Dinilai Publik Sukses

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintahan Pakde Karwo-Gus Ipul dinilai sukses. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil survei terbaru yang dirilis Surabaya Survey Centre(SSC), beberapa waktu yang lalu. Pada riset tersebut, secara umum menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur cukup puas dengan proses pemerintahan yang dipimpin oleh duet Karsa tersebut. 55.3 persen responden menganggap Pakde Karwo dan Gus Ipul telah sukses memimpin Jawa Timur apabila dibandingkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pendahulu mereka berdua. 60.5 persen responden juga merasa puas dengan kepemimpinan Pakde Karwo sebagai Gubernur Jawa Timur selama dua periode. Hal yang sama juga berlaku bagi Gus Ipul. 55.3 persen responden mengaku kinerja pria yang saat ini tengah mengejar kursi Gubernur tersebut sangat memuaskan selama dua periode sebagai Wakil Gubernur dari Pakde Karwo. Meskipun demikian, para responden memandang sudah ada PR besar yang menanti bagi Pemprov Jatim. Kemiskinan, pembangunan, pendidikan, dan lapangan kerja menjadi 4 besar sektor yang perlu diutamakan untuk mendapatkan pembenahan di Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, 25.6 persen menganggap perlu adanya program baru untuk mengentaskan kemiskinan. Kemudian, 20.1 persen responden lainnya menginginkan adanya pembenahan dalam sektor pembangunan infrastruktur. Sementara, secara berturut-turut, pendidikan gratis dan pengadaan lapangan kerja dipandang oleh 17.9 persen dan 12.1 persen responden penting untuk mendapatkan perhatian khusus ke depannya. Data-data tersebut diatas diperoleh melalui survei yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survei tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil tersebut sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen. Menurut Peneliti Senior SSC Imam Sofyan, pembangunan memang sudah sewajarnya menjadi fokus bagi Pemprov Jatim. Hal tersebut dikarenakan, kesenjangan pembangunan, masih dapat dengan mudah ditemukan di Jawa Timur. “Kabupaten yang masih jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan daerah lainnya ini masih ada. Misalnya, Kabupaten Sampang dan Bangkalan. Kenapa bisa mereka menjadi tertinggal? Ini berkaitan juga dengan tingginya angka kemiskinan disana, rendahnya taraf pendidikan sebagian masyarakat, serta minimnya kemampuan masyarakat disana,” kata Imam ketika ditemui, Kamis(14/12). Pria yang juga pakar komunikasi politik Universitas Trunojoyo Madura tersebut, di sisi lain memandang bahwa, penanganan bencana sebaiknya turut menjadi fokus bagi Pemprov Jatim. "Sebab, perlu ada perlakuan dari Pemerintah kepada daerah-daerah rawan bencana di Jawa Timur. Seperti misalkan Kabupaten Sampang yang menjadi langganan banjir," jelasnya “Sumber Daya Alam juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai ada daerah dengan potensi SDA tinggi justru malah terpuruk ekonominya. Lagi-lagi, ini terjadi di Sampang dengan potensi Migasnya, tapi masyarakat disana terpuruk secara ekonomi,” pungkas Imam. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru