Elite Parpol Perlu Sentuh Akar Rumput

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Meskipun beberapa parpol telah memiliki dukungan resmi di tingkatan DPP untuk mendukung Cagub dan Cawagub tertentu dalam kaitan Pilgub Jatim 2018, di level daerah ternyata bentuk dukungan yang diberikan oleh para kader partai tersebut bisa berbalik arah dari keputusan DPP. Temuan tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre (SSC). PKB misalnya, meskipun sedari awal pihak DPP PKB dan DPW PKB Jawa Timur sedari awal menyatakan bahwa mereka sudah final dengan dukungan kepada Gus Ipul, namun di lapangan kondisi pilihan para kader masih terbelah. Hanya 41.2 persen responden yang menyatakan bakal sesuai dengan arahan DPP dan mendukung Gus Ipul-Anas. 34.7 persen lainnya menjatuhkan pilihan kepada pasangan Khofifah-Emil dan 24.1 persen sisanya memilih untuk tidak menjawab atau menjawab tidak tahu. Kondisi serupa juga dialami oleh Partai Nasdem. Ketum Partai Nasdem Surya Paloh yang notabene menjadi pendukung utama bagi Khofifah ternyata belum sejalan dengan para kader partainya di akar rumput. Pasalnya, hanya 26.9 persen yang setuju dengan Surya Paloh untuk kemudian memilih Khofifah-Emil. Sedangkan 50 persen lainnya tidak menjawab ataupun menjawab tidak tahu. Sementara, 23.1 persen sisanya memilih untuk mendukung pasangan Gus Ipul-Anas. Bagaimana dengan sebaran dukungan dari kader partai yang disebut sebagai partai inisiator poros tengah? Sebaran dukungan di partai-partai tersebut, masih nampak merata. Partai Gerindra misalnya, dukungan kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut masih terbelah rata kepada Gus Ipul-Anas maupun Khofifah-Emil. 41.2 persen responden menyerahkan pilihan mereka kepada Gus Ipul-Anas sementara 44.1 persen lainnya lebih memilih pasangan Khofifah-Emil. Perbedaan arah dukungan antara DPP dengan akar rumput partai, menurut Peneliti Senior SSC Budi Wiyoto merupakan fenomena yang lumrah terjadi di kalangan pemilih untuk Jawa Timur. Menurut Budi, para elite parpol tidak boleh berleha-leha dalam menjalankan strategi politik mereka di Jawa Timur. “Karena begini, Jawa Timur itu berbeda. Apa yang jadi keputusan di level pusat parpol itu bisa sangat berbeda dengan pilihan yang diambil di akar rumput. Kenapa bisa terjadi demikian? Karena di Jawa Timur ini sangat kultural. Ketimbang dengan elite parpol di pusat, mereka lebih memilih untuk mendengar saran para tokoh masyarakat yang dekat dengan mereka dalam kehidupan sehari-harinya,” jelas Budi. Oleh karenanya, Budi memberikan saran agar elite parpol di level pusat mampu membangun pola komunikasi politik yang kultural kepada akar rumput di Jawa Timur. “Kalau tidak mau, ya susah mereka menang. Ini ujian bagi para elite parpol level pusat. Kalau ingin menang di Jawa Timur, komunikasi dan konsolidasi yang bersifat kultural serta menyentuh akar rumput itu harus dilaksanakan,” tegasnya. Untuk informasi, data-data tersebut diatas diperoleh melalui survei yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survey tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil tersebut sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru