La Nyalla: Kalau Memang Nggak Mau, Terus Terang Saja

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Meskipun sudah berada pada tenggat waktu yang diberikan, La Nyalla Mattalitti mengaku akan terus berusaha untuk mendapatkan tiket parpol dan menjadi Cagub pada Pilgub Jatim 2018. Saat ini, Ketua Kadin Jatim itu tengah menunggu keputusan final dari PAN. "Saya nggak mau ambil pusing batas waktunya. Saya nggak akan berhenti, dan saya terus berusaha sampai benar-benar dapat maju. Kita lihat saja nanti. Saya punya prinsip. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Saya tidak akan berhenti, sampai mandek jegrek. Biar rakyat Jawa Timur tahu kelakuannya partai seperti apa," ujar La Nyalla, Rabu (20/12). Menurut La Nyalla, seharusnya PAN berani ambil sikap untuk menjadi partai besar di Jawa Timur. "PAN punya kesempatan (mengusung paslon sendiri dengan berkoalisi bersama Gerindra), kok tidak mau digunakan. Logikanya, PAN harus bergandengan dengan Gerindra. Ayo kita besarkan bersama-sama. Saya sebagai kader Gerindra akan membesarkan Gerindra di Jawa Timur. PAN juga punya kader sendiri (cawagub), juga punya kesempatan untuk membesarkan di Jawa Timur," jelasnya. Di sisi lain, Ketua Pemuda Pancasila Jatim itu mengaku telah bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Hanya saja, dirinya merasa dipingpong oleh pihak PAN. "Intinya, (rekomendasi Pilgub Jatim) dikembalikan ke bawah. Padahal di satu sisi, dia telepon ke Pak Yoto, untuk mencalonkan gubernur. Di satu sisi, dikembalikan ke DPW. Saya ini juga sempat berkomunikasi dengan Masfuk. Masfuk saat itu mengatakan bahwa, pilgub adalah kewenangan dari DPP PAN. Ini kan lucu. Kalau memang nggak mau sama saya, terus terang saja. Jangan seperti itu," cetus Nyalla. Mantan Ketua Umum PSSI tersebut juga menceritakan bahwa dirinya sempat mempertanyakan pernyataan Ketum PAN. Dalam kesempatan terpisah, Zulkifli Hasan memang pernah menyatakan bahwa saat ini tidak ada figur lain yang berani maju sebagai Cagub dan melawan dua poros yang sudah ada. "Saya disini berani menyatakan maju. Tapi kok jawabannya seperti itu. Saya menduga, ada kesengajaan yang menghambat saya untuk menjadi calon Gubernur Jawa Timur," katanya. "Ini ada apa. Kita bekerja untuk rakyat Jawa Timur, dan saya sudah mewakafkan diri saya untuk rakyat Jawa Timur. Loh kok ada yang ingin menghambat, ada orang ketakutan," ujar Nyalla. "Tetapi, saya masih menunggu setiap perkembangan yang ada. Nanti malam, DPP PAN akan rapat lagi. Kita tunggu nanti hasilnya," pungkasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru