Bos PLN Lakukan Ini, Agar Harga Listrik Murah

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Nabire – PT PLN (Persero) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan menyediakan suplai listrik memadai di seluruh pelosok Indonesia, khususnya di Papua dan Papua Barat. Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, tahun 2017 ini PLN mampu mengaliri listrik ke 191 desa yang tersebar di wilayah Papua dan Papua Barat. Ini merupakan jumlah tertinggi yang mampu dicapai PLN dalam beberapa tahun terakhir. Saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire dan Jayapura, Sofyan mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menerangi satu rumah di Papua tidaklah kecil. "Saat ini terdapat 1.040 pelanggan baru yang tersambung, yang membutuhkan dana kurang lebih kurang Rp 150 juta rupiah untuk melistriki 1 rumah," kata Sofyan dalam sambutannya di Nabire, Kamis (21/12/2017). "Sebagian juga tidak sanggup membayar biaya penyambungan, dan biaya penyambungan sebagian besar kami berikan bantuan melalui CSR. Sebagian lagi kami carikan solusi dengan berbagai pihak dari BUMN," lanjutnya lagi. Oleh sebab itu, agar bisa melakukan penyambungan listrik ke desa-desa tersebut, pihaknya meminta insentif terkait energi primer seperti gas maupun batu bara, agar bisa mempertahankan kegiatan bisnis PLN sekaligus menekan biaya pokok produksi (BPP) listrik hingga membuat harga listrik terjangkau bagi masyarakat. "Oleh karena itu, bapak Presiden yang kami hormati, kami titipkan agar PLN dapat diberikan insentif terkait energi primer, agar BPP dapat kami tekan dan kami pertahankan untuk menjangkau masyarakat dengan harga listrik yang murah. Semoga dengan listrik di rumah-rumah, warga dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi akan tumbuh," kata dia. Pembangunan listrik pedesaan merupakan salah satu Program Strategis Pemerintah untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) dan Rasio Desa Berlistrik. Dalam dua tahun terakhir, PLN Wilayah Papua dan Papua Barat telah berhasil meningkatkan Rasio Elektrifikasi Provinsi Papua dari 45,93 persen menjadi 50,11 persen dan Rasio Desa Berlistrik dari 22,02 persen pada tahun 2015 menjadi 29,53 persen pada tahun 2017. Sedangkan untuk Provinsi Papua Barat, Rasio Elektrifikasi meningkat dari 82,7 persen menjadi 91,76 persen dan Rasio Desa Berlistrik dari 33,23 persen pada tahun 2015 menjadi 54,47 persen pada tahun 2017. lx/lpt

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru