SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sosok Emil Dardak yang menjadi Cawagub Khofifah saat ini tengah menjadi primadona pada Pilgub Jatim 2018. Buktinya, pada hasil survei yang dirilis oleh Surabaya Survey Center(SSC), popularitas Bupati Trenggalek tersebut melesat jauh apabila dibandingkan pesaingnya Azwar Anas yang merupakan Cawagub bagi Gus Ipul dan juga Bupati Banyuwangi.
Pada hasil survei di Bulan Juni lalu, popularitas Emil berada di kisaran 16.6 persen. Pada hasil terbaru di Bulan Desember, popularitas Emil mampu menyentuh angka 66.6 persen.
Hal tersebut berarti, sosok politisi muda tersebut mengalami lonjakan popularitas sebesar 50 persen. Padahal, berdasarkan hasil survei di bulan yang sama, Azwar Anas hanya memiliki lonjakan popularitas sebesar 9.6 persen.
Bukan hanya di sisi popularitas saja, dalam kaitan akseptabilitas pun, Emil juga menunjukkan progres yang signifikan. Pada Bulan Juni, akseptabilitas Emil hanya berada di kisaran 10.6 persen. Namun, di hasil survei terbaru, akseptabilitasnya meroket pada kisaran 59.6 persen.
Dengan lonjakan sejauh 49 persen, Emil kembali menunjukkan kemajuan pesat dibandingkan Azwar Anas. Pasalnya, Bupati Trenggalek tersebut hanya memiliki peningkatan akseptabilitas sebanyak 31.9 persen saja dalam rentang Juni-Desember 2017.
Survey tersebut dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survei itu dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil yang didapat sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen
Peneliti Senior SSC Surokim Abdussalam memandang bahwa fenomena tersebut salah satunya dipicu dengan sosok Emil yang masih sangat fresh. Kejenuhan masyarakat Jawa Timur akan tokoh yang itu-itu saja, menurut Rokim saat ini tengah memuncak.
"Makanya ketika ada tokoh yang fresh dan dipandang mampu, maka masyarakat akan selalu menyukai mereka. Terlebih lagi, apabila tokoh tersebut merupakan sosok media darling, selesai sudah Pilgub bisa-bisa kalau sudah begitu," jelas pria yang juga Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura tersebut.
Lebih lanjut, Rokim juga menjelaskan bahwa popularitas merupakan salah satu bagian dari kunci penting dalam memenangkan Pilkada. "Popularitas ini pintu masuk pertama. Melalui hal tersebut, bisa diraih akseptabilitas untuk kemudian mengunci elektabilitas. Tidak bisa dianggap remeh," pungkasnya. ifw
Editor : Redaksi