Pemprov Jatim Jajaki Kerjasama dengan Australia Barat

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengembangkan industri di daerah-daerah terpencil terus dibuktikan. Hal tersebut ditandai dengan penjajakan kerja sama dengan negara Sister State dari Provinsi Jawa Timur, Australia Barat. Penjajakan kerja sama itu dilakukan delegasi Pemprov Jatim yang terdiri dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Dinas ESDM), Biro Administrasi Perekonomian, dan PT. Petrogas Jatim Utama (PT.PJU). Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim Aris Mukiyono mengatakan, penjajakan kerja sama diawali dengan business meeting yang dilakukan beberapa bulan lalu di Adelaide, Australia Selatan. “Setelah melakukan koordinasi dengan Australia-Indonesia Business Council (AIBC), maka pada tanggal 18-22 Desember 2017, delegasi Jawa Timur menindaklanjutinya dengan melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tambang dan energi yang ada di Australia Barat,” ujarnya. Memang sedari awal Pemprov bermaksud untuk bisa menggaet investor lokal maupun asing dalam rangka menggenjot laju pertumbuhan ekonomi. Salah satu kebutuhan investasi yang mendesak untuk dilakukan di Jawa Timur adalah kebutuhan akan listrik khususnya di kawasan industri dan daerah-daerah terpencil. Menggenjot kebutuhan itu pada hari pertama, delegasi Jawa Timur yang dipimpin Kepala Dinas ESDM, I Made Sukartha, langsung tancap gas. Mereka melakukan pertemuan dengan Menteri Bill Johnston yang mewakili Pemerintah Australia Barat. Pertemuan berlanjut pada hari kedua dengan menggelar business to business (B-to-B) yang dilakukan antara Perusahaan Daerah (BUMD) Jawa Timur dengan Perusahaan Pertambangan dan Energi yang ada di Australia Barat. “Pertemuan B-to-B ini dimaksudkan untuk menarik investor yang ahli dalam hal pertambangan dan energi khususnya dari segi permodalan dan teknologinya untuk dapat berkolaborasi dengan BUMD Jawa Timur dalam hal ini PT. Petrogas Jatim Utama,” sambung Aris. Masih kata Aris, tujuan utama kerja sama tersebut meliputi tiga hal, yakni, kerja sama pengelolaan energi panas bumi (Geothermal), kemudian penambangan emas, serta pengelolaan sumber ketenagalistrikan yang selama ini masih terkendala dalam hal permodalan dan teknologi.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru