Refleksi Hari Ibu, Harus Bisa Jadi Wonder Woman

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ibu, dalam artian era sekarang, bukan hanya sosok yang bertugas untuk mengurus rumah dan suami serta anak-anak mereka saja. Saat ini, menjadi seorang Ibu juga memiliki hak atau bahkan kewajiban untuk mengejar karier mereka dalam dunia profesional. Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember, bagaimana testimoni dari para Ibu yang juga memiliki segudang aktivitas profesional? Wakil Dekan FEB Unitomo Meithiana Indra sari memandang bahwa untuk menjadi sosok Ibu di jaman sekarang harus multitalent. Terlebih lagi saat perkembangan teknologi begitu pesat. "Ibu jaman now adalah Ibu yang penuh talenta, mampu memahami perkembangan jaman baik dalam mendidik anak maupun dalam beraktivitas. Karena memasuki era Sustainable Development Goal, arus teknologi dan informasi begitu cepat sehingga sebagai ibu tidak perlu alergi ataupun khawatir dengan perkembangan jaman," kata Mei, sapaan akrabnya, Kamis(21/12). Terlebih lagi, menurut sosok Ibu yang juga aktif sebagai pengurus pada berbagai organisasi dan LSM tersebut, di tengah gempuran perkembangan jaman serta teknologi justru menjadikan peran Ibu menjadi sangat sentral. "Dalam berbagai aspek, Ibu harus mampu menguasai dan mengoptimalkan positif serta meminimalkan negatif," tegasnya. Senada, Hikmah Bafaqih yang merupakan sosok Ibu serta Ketua Fatayat Jawa Timur juga memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, menurutnya para Ibu di Indonesia membutuhkan dukungan yang lebih. "Dukungan itu agar mereka tetap menjadi ibu yang inspiratif bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Dukungan tersebut dilakukan dengan memastikan mereka tetap sejahtera, lahir batin, jauh dari kekerasan. Termasuk memastikan agar para Ibu tidak menerima beban ganda (double burden) yang akan membuat mereka menjadi lelah, tidak bahagia dan membawa pengaruh buruk bagi keluarga dan sekitarnya," jelas Hikmah pada kesempatan terpisah. Di sisi lain, Hikmah yang juga konselor bagi perempuan dan anak korban kekerasan juga memiliki harapan khusus bagi klien yang ia tangani. "Ratusan klien kami tangani bersama konselor lain di Kab Malang. Para Ibu klien kami ini memiliki beragam problem, terutama karena mereka memiliki relasi yang tidak setara dan adil gender dengan pelaku kekerasannya. Khusus untuk mereka, saya berharap agar mereka tetap optimis menatap masa depan. Bahwa di tengah ruwetnya problem hidup mereka, Allah telah memberi tugas indah sebagai Ibu," ungkapnya. "Sebagai ibu yang sibuk atau bahkan super sibuk, di Hari Ibu ini saya justru tidak berharap dapat ucapan terima kasih dan puji-puji. Saya lebih hendak meminta maaf pada 4 anak saya dan juga suami yang tidak dapat saya dampingi dan layani dengan sempurna. Yang dibutuhkan anak-anak saya bukan waktu yang sedikit dan berkualitas, tapi waktu yang banyak dan berkualitas. Dan itu belum mampu saya berikan," pungkas Hikmah. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru