Berdasarkan Sejarah, Khofifah Penguasa Tapal Kuda

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wilayah Tapal Kuda, termasuk Kabupaten Banyuwangi, seharusnya dapat dengan mudah menjadi basis massa dari pasangan Gus Ipul-Anas. Namun, apakah kondisi di lapangan berkata demikian? Sayangnya, hasil survei yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre ternyata menunjukkan hasil yang berbeda. Pasangan Gus Ipul-Anas tidak mampu menjadi raja di kandang mereka sendiri. Pada hasil riset tersebut, pasangan Khofifah-Emil mampu menyamai pasangan Gus Ipul-Anas dengan capaian 33 persen. Sementara, 34 persen responden sisanya memilih untuk menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Survei tersebut dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survei itu dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil yang didapat sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen Menurut Peneliti Senior SSC Viktor Tobing, secara histori, Khofifah memang selalu menjadi penguasa di wilayah Tapal Kuda. Wilayah tersebut selalu menjadi pusat suara dari Khofifah sejak dua edisi Pilgub yang lalu. "Khofifah Effect ini justru dimulai di Banyuwangi pada tahun 2008 lalu. Justru disini Gus Ipul kalau tidak dibantu sosok Azwar Anas, akan semakin keok di Tapal Kuda," jelas Victor. Pria yang juga dosen Unitomo tersebut lebih lanjut juga menjelaskan bahwa potensi pemilih liar di wilayah Tapal Kuda, memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengarahkan dukungan ke Khofifah. "Karena ya itu tadi. Disitu itu basis massa Khofifah. Perlu kerja yang ekstra bagi lawan dari Khofifah kalau mau menang disitu," pungkasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru