SURABAYAPAGI.COM, KEDIRI - Sebagai wujud penghargaan dan mengobarkan rasa nasionalisme, Pemerintah Kota Kediri bekerjasama dengan KNPI Kota Kediri kembali menggelar gerak jalan napak tilas perjuangan Jenderal Sudirman Kediri-Bajulan. Rute sejauh 27 Km dimulai start dari Taman Memorial Park Kota Kediri finish Bajulan Nganjuk dengan. Napak tilas ini diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Kota Kediri, Budwi Sunu. Sebanyak 750 orang peserta mulai dari warga, pelajar, mahasiswa hingga pegawai instansi PNS serta TNI dan Polri yang mengikuti napak tilas rute gerilya Panglima Besar Jendral Sudirman yang ke 36. "Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional. Seperti pidato Bung Karno Jas Merah, yang artinya harus mengingat jasa pahlawan. Artinya dalam rangka mengingat para pahlawan yang telah gugur dengan diadakannya acara ini," kata Budwi Sunu. Dia menambahkan, salah satu bukti Kota Kediri mengingat pahlawan adalah dengan mendirikan bangunan Memorial Park. "Dulu tempat ini kumuh dan kotor. Tetapi sekarang kita bangun. Nanti di tembok ini akan ditulis nama-nama pahlawan yang dimakamkan di Tempat Makam Pahlawan (TMP) ini. Kami atas nama Pemerintah Kota Kediri menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang sangat luar biasanya," tegasnya kemarin. Napak tilas perjuangan ini juga masih dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Sekda menambahkan bahwa rute yang dilewati peserta adalah rute yang dilewati oleh Jendral Sudirman saat berjuang di masa lalu. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri Reza Darmawan mengatakan, kegiatan rutin ini terselenggara atas kerja bareng Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) dan KNPI. Dia mengakui, pada tahun ini jumlah pesertanya berkurang dari tahun sebelumnya yang menembus ribuan. "Mungkin karena ada event lain, banyak peserta yang mencurahkan semengatnya di ajang lain dengan rute yang lebih pendek. Namun, meski demikian semangat para peserta tetap antusias," kata Reza. Anggota DPRD Kota Kediri dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyinggung tentang mekanisme lomba tahun ini berbeda dari sebelumnya. Panitia telah memutuskan untuk memberikan batasan waktu hingga pukul 11.00 WIB setiap peserta harus melalui pos pertama. "Kami beri batasan waktu sampai pos pertama hingga pukul 11.00 WIB. Apabila lebih dari pukul 11.00 WIB kami nyatakan gugur, dan akan kita evakuasi. Keputusan panitia ini diambil berdasarkan rapat dengan pertimbangan cuaca hujan hampir setiap hari yang berdampak pada faktor risiko," jelasnya. Kegiatan ini memperebutkan uang pembinaan dan aneka warna doorprize. Sementara itu, untuk keamanan peserta, panitia menerjunkan tim medis, TNI maupun Polri. Selain itu juga, ada enam titik pos pemberhentian yang dapat dipakai peserta untuk beristirahat sementara, atau perawatan bagi peserta yang sakit di tengah perjalanan. Can
Editor : Redaksi