Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur. SP/ LMJ
Ilustrasi. Salah satu produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur mengeluh dan menjerit usai harga kedelai melonjak ugal-ugalan yang juga dipicu imbas dampak konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Bahkan, harga kedelai yang sebelumnya sekitar Rp 9.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 10.500 per kilogram. 

Tentu saja, kenaikan ini membuat biaya produksi meningkat, sementara harga jual tempe sulit disesuaikan karena daya beli masyarakat masih terbatas. Salah satunya yang dirasakan industri rumahan tempe di Kampung Tempe, Kelurahan Jogorunan, yakni Saiful Amin, mengaku harus menghadapi tekanan tersebut setiap hari. Ia membutuhkan sekitar 2 kuintal kedelai impor untuk produksi.

Bahkan, di tengah kondisi itu, Saiful memilih tetap mempertahankan ukuran dan kualitas tempe yang diproduksinya, meski keuntungan yang diperoleh semakin menipis. Dirinya juga berharap harga kedelai segera kembali stabil agar usaha mereka bisa terus berjalan.

"Kalau yang lainnya dikurangi, saya tetap ukurannya, saya menjaga kualitas tempe yang saya produksi meskipun keuntungannya berkurang. Harapannya semoga harga kedelai kembali stabil sehingga tidak terdampak bagi produsen tempe," ujar Saiful, Minggu (05/04/2026).

Bahkan, diprediksi untuk kenaikan harga ini akan masih akan terus berlanjut mengingat situasi peperangan di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hal ini tentu menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan usaha mikro di daerah. 

Pasalnya, para perajin tempe lokal ini ketergantungan terhadap kedelai impor, sehingga membuat mereka sangat rentan terhadap gejolak politik internasional. Jika harga bahan baku utama ini terus merangkak naik, dikhawatirkan banyak perajin yang tidak sanggup lagi berproduksi. 

Sebab para perajin lokal sudah ketergantungan terhadap kedelai impor. Hal itu tentu membuat mereka sangat rentan terhadap gejolak politik internasional. Jika harga bahan baku utama ini terus merangkak naik, dikhawatirkan banyak perajin yang tidak sanggup lagi berproduksi. lj-02/dsy

Berita Terbaru

Kepada Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Jenderal TNI Purn. H. Prabowo Subianto

Kepada Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Jenderal TNI Purn. H. Prabowo Subianto

Rabu, 19 Agu 2026 07:54 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com – DENGAN HORMAT, saya menulis esai kebudayaan untuk membahas fenomena sosial yang terjadi di Polda Jatim, terkait interaksi saya sebagai m…

Menagih Polisi Presesi

Menagih Polisi Presesi

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:50 WIB

SURABAYAPAGI.com – PAK Kapolri, Presisi adalah tagline Anda. Anda gunakan kalimat atau frasa pendek yang terdiri dari beberapa kata saja. Saya tahu tagline ini …

Rumah Kos Berincome Rp 500 Juta Setahun akan Dipajaki

Rumah Kos Berincome Rp 500 Juta Setahun akan Dipajaki

Rabu, 19 Agu 2026 07:48 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:48 WIB

SURABAYAPAGI.com - Dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), kos-kosan tidak diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2017 tentang…

Menantu Trump, Ditugaskan Bujuk Netanyahu

Menantu Trump, Ditugaskan Bujuk Netanyahu

Rabu, 19 Agu 2026 07:46 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:46 WIB

SURABAYAPAGI.com - Jared Kushner, menantu dan penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, berkunjung ke Israel untuk bertemu Perdana Menteri (PM)…

Emil Dardak Sudah Kantongi Mandat 38 DPP Demokrat

Emil Dardak Sudah Kantongi Mandat 38 DPP Demokrat

Rabu, 19 Agu 2026 07:43 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:43 WIB

SURABAYAPAGI.com - Emil Elestianto Dardak, diam diam telah mengantongi restu dari 38 DPC Kabupaten/Kota Demokrat se-Jawa Timur untuk maju kembali sebagai calon…

Yaqut Cholil Melawan Jaksa, Ditimpuk Hakim

Yaqut Cholil Melawan Jaksa, Ditimpuk Hakim

Rabu, 19 Agu 2026 07:41 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 07:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua majelis hakim Ni Kadek Susantiani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/8/2026), menolak pengalihan tahanan Mantan Menteri Agama…