Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf serta aset pendidikan dan keagamaan.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPN Jatim dan Universitas KH Abdul Chalim di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan ratusan sertifikat tanah wakaf dan aset milik pemerintah daerah.

Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Timur, Asep Heri, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan sertifikasi, khususnya untuk tanah wakaf dan aset keagamaan.

“Percepatan ini membutuhkan dukungan luas, termasuk dari pesantren dan organisasi keagamaan. Kami juga menyiapkan tambahan sumber daya manusia terlatih agar proses di lapangan lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPN Jatim membentuk Laskar Karomah yang melibatkan sekitar 7.500 relawan dari kalangan santri dan mahasiswa. Mereka bertugas membantu pengumpulan data fisik dan yuridis, termasuk penentuan batas bidang tanah.

“Laskar Karomah ini menjadi satuan tugas, baik fisik maupun yuridis, untuk mendukung percepatan program,” tambahnya.

BPN Jatim menargetkan sebanyak 40 ribu bidang tanah tersertifikasi sepanjang 2026. Cakupannya meliputi tanah wakaf, tempat ibadah, aset yayasan, hingga aset pemerintah daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya percepatan sertifikasi untuk mencegah potensi sengketa dan penyusutan lahan akibat ketidakjelasan batas.

“Jika tidak segera disertifikasi dan tidak dipasang patok batas yang jelas, maka berpotensi terjadi pengurangan luas aset,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan perguruan tinggi. Pemprov Jatim bersama BPN juga menjalankan dua program utama, yakni Gerakan Bersama Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas) dan Gerakan Bersama Pengumpulan Data Yuridis (Gemapuldadis).

“Kedua gerakan ini membutuhkan dukungan SDM, termasuk dari mahasiswa dan santri yang akan dibekali pemahaman teknis sebelum turun ke lapangan,” jelas Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan sebanyak 574 sertifikat tanah yang mencakup tanah wakaf, aset organisasi keagamaan, serta aset pemerintah daerah, meningkat dari capaian sebelumnya sebanyak 531 bidang.

Program sertifikasi ini juga terintegrasi dengan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menyasar sekitar 700 ribu bidang tanah masyarakat di Jawa Timur. Pendanaannya berasal dari APBN, APBD, serta dukungan CSR, sementara masyarakat tetap menanggung biaya administratif seperti materai dan pemasangan patok batas.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Syaifuddin Chalim, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai keterlibatan pesantren akan mempercepat sertifikasi, khususnya untuk tanah wakaf pendidikan.

“Pesantren siap menjadi bagian dari percepatan ini, karena banyak aset wakaf yang perlu kepastian hukum agar bisa dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemasangan batas lahan secara bersama-sama guna menghindari potensi konflik di kemudian hari.

Melalui sinergi antara BPN, pemerintah daerah, pesantren, dan perguruan tinggi, percepatan sertifikasi tanah wakaf di Jawa Timur diharapkan semakin masif, sekaligus memperkuat kepastian hukum dan perlindungan aset keagamaan serta pendidikan. Byb

Berita Terbaru

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…