Dipicu Mahalnya Harga Pemasok dari Luar Daerah, Daging Sapi di Kota Pasuruan Tembus Rp140 Ribu per Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu pedagang daging sapi di pasar tradisional Pasuruan, Jawa Timur. SP/ PSR
Ilustrasi. Salah satu pedagang daging sapi di pasar tradisional Pasuruan, Jawa Timur. SP/ PSR

i

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Para pedagang daging sapi di wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur ikut mengeluh lantaran adanya kenaikan harga pada komoditas tersebut hingga tembus mencapai Rp140 ribu per kilogram (kg) yang diduga akibat mahalnya harga sapi dari pemasok luar daerah. Kondisi tersebut membuat biaya produksi meningkat dan berimbas langsung pada harga jual di tingkat pasar.

Sejak harga naik beberapa hari terakhir, penjualannya sekitar 1,5 kuintal atau setara satu ekor sapi, salah satu pedagang daging sapi di kawasan Jalan Kartini, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Asiqoh Sufi, mengaku penjualannya menurun cukup signifikan.  "Biasanya bisa jual lebih dari satu ekor sapi per hari, sekarang hanya sekitar 1,5 kuintal atau setara satu ekor saja," kata Asiqoh, Kamis (09/04/2026).

Penurunan juga terjadi di sejumlah pasar tradisional lainnya. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual hingga 50 kilogram per hari, kini hanya berkisar 30 kilogram. "Kami berharap harga segera kembali normal agar daya beli masyarakat pulih dan aktivitas perdagangan kembali stabil," jelasnya.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Mulyono mengatakan, kenaikan harga disebabkan tingginya harga bahan baku di tingkat pemasok. Pihaknya terus berupaya melakukan stabilisasi harga.

"Data yang kami dapat bahan baku naik. Jadi kami terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran," katanya.

Bahkan, para konsumen yang juga merupakan pengusaha makanan harus putar otak agar tetap mendapatkan untung. Berbagai cara pun dilakukan demi bertahan, mulai dari mengurangi porsi hingga mengkombinasikan daging sapi dengan ayam.

Keluhan serupa juga disampaikan Tekad, penjual bakso yang telah puluhan tahun berjualan. Ia menyebut kenaikan harga daging sapi sudah terasa sejak Ramadan. Dan untuk menyiasatinya, ia mengubah komposisi bahan baku bakso. Jika sebelumnya menggunakan lebih banyak daging sapi, kini ia mencampurnya dengan daging ayam. "Dulu bisa beli 3 sampai 5 kilo, sekarang paling 1,5 kilo. Itu pun dicampur ayam biar tetap bisa jualan," ungkapnya. ps-02/dsy

Berita Terbaru

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta integrasi transportasi publik tidak berhenti pada penambahan rute dan pembangunan i…

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Surabaya seluas 7.668 meter persegi di Jalan Barata Jaya…

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat masih ada hunian yang kosong setelah beberapa tahun ditempati penyintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan…

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Momentum Agenda Gandrung Sewu, Penginapan di Banyuwangi Terisi Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menjelang momentum agenda Gandrung Sewu 2026, sejumlah hotel maupun homestay di Kabupaten Banyuwangi, kini terisi penuh…

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Walikota Mojokerto Minta Duta Anti Narkoba Lakukan Preventif Cegah Narkoba

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:37 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto – Pemilihan Duta Anti Narkoba Kota Mojokerto bukan sekadar ajang pencarian bakat, melainkan upaya promotif dan preventif untuk m…

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Mahasiswi UIN KHAS Jember Diduga Diperkosa saat Tidur

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember saat menjalani P…