SURABAYAPAGI.COM, -Musim kemarau yang panjang menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat hingga kini makin meluas.
Sejumlah petugas yang terdiri dari petugas gabung masih berupaya untuk memadamkan api agar tidak meluas.
Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Yayat Sudrajat menyebutkan api menyebar di beberapa titik. Semula api membakar 75 hektare lahan, kini kebakaran meluas hingga membakar sekitar 100 hektare lahan kawasan Gunung Ciremai.
"Api kemarin besar, sekarang sudah beberapa titik padam. Luasan bertambah yang terbakar, angka pastinya kurang tahu. Kemungkinan hingga 100 hektare," kata Yayat di Pos Gegerhalang Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jabar, Selasa (29/10/2019).
Yayat menyebutkan lokasi kebakaran berada di Blok Sigiribig Desa Setianegara pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Yayat mengatakan sebanyak 63 personel masih berjibaku memadamkan api.
"Angin cukup besar dan berubah-ubah arahnya, kemudian medannya juga terjal. Ini menjadi kendala kami. Ada beberapa petugas yang luka terkena bara api," tutur Yayat.
Sebelumnya, Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengaku kejadian kebakaran tersebut awalnya diketahui oleh masyarakat yang berada di Blok Sigiribig Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan pada Senin (28/10/2019) kemarin.
"Kebakaran di kawasan Blok Sigiribig. Perkiraan lahan yang terbakar kurang lebih sekitar 75 hektare," kata Agus dalam keterangannya, Selasa (29/10/2019).
Editor : Redaksi