Pantau Debit Air, Kapolres dan Dandim Sidak ke Bendungan Babat Barage

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI, Lamongan - Curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan ini, langsung direspon oleh TNI Polri di Lamongan. Dua pucuk pimpinan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Witono bersama Kapolres Lamongan AKBP Harun mengecek debit air di pintu air Bengawan Solo Bendung Babat Barage di Desa Kendal Kecamatan Sekaran. Selain memantau debit air, Dandim dan Kapolres berkoordinasi dengan warga masyarakat, untuk terus menghimbau kesiapsiagaan akan terjadinya banjir akibat luapan bengawan solo yang kerap terjadi di musim penghujan. "Saya dengan pak Kapolres dan pihak yang terkait turun langsung mengecek debit air bengawan dan melakukan koordinasi dengan stake holder sekitar. Ini dalam upaya kesiapsiagaan kita," kata Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono , Kamis ( 9/1). Dandim menegaskan, pihaknya juga sebelumya telah melaksanakan apel dengan pihak BPBD dan pemerintah, dan stakholder untuk terus menyiapkan dan mensiagakan bilamana terjadi bencana banjir dan lainnya. "Kesiapan kita untuk posko tanggap darurat juga telah kita siagakan.Semua stake holder harus saling bahu membahi dan bersinergi dalam upaya kesiapsiagaan ini. Untuk itu saya dan pak Kapolres turun langsung ke lokasi, " tegasnya. Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Harun memaparkan soal hasil tinjaunya bersama Dandim 0812 Lamongan dan pihak yang terkait. "Dari hasil peninjauan, kondisi Check Dam Gerak Babat masih dalam keadaan normal. Namun kita harus tetap waspada, karena air bisa meningkat dengan cepat. Mengingat curah hujan lagi tinggi," ujarnya Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan petugas penjaga pintu air Check Dam, agar maksimal untuk memonitoring perkembangan curah hujan dan elevasi air dalam keadaan normal. "Untuk antisipasi bencana alam khususnya yang di akibatkan oleh curah hujan yang tinggi, kita bersama - sama untuk melakukan langkah-langkah cepat," tegasnya Ia menegaskan, pihaknya juga secepatnya akan menggelar rapat koordinasi dengan Forkompimda, BPBD, dan muspika, serta membuat posko bencana dan pemantauan curah hujan, menyiapkan peralatan SAR. Kegiatan lain seperti mengecek pintu dam debit ketinggian air, secara intens. "Musim hujan kita harus waspada terhadap meluapnya air bengawan solo dan bencana yang mungkin timbul seperti tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang," terangnya. . Sementara itu, saat turun ke lokasi bendung gerak, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono , Kapolres juga dihadiri Kasi Tanggap Darurat BPBD Muslimin, Camat Sekaran Agus Hendrawan dan Kapolsek Sekaran AKP Anggono Jaya.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru