SURABAYA PAGI, Lamongan - Bagi para calon pengantin di Lamongan untuk tidak resah dan gunda gulana dalam menyiapkan kelengkapan adminitrasi, karena buku nikah yang sebelumnya dikuatirkan habis teryata buku nikah sudah tersedia.
Sampai saat ini ada sekitar 12 ribu stok buku nikah yang sudah di distribusikan dari pusat ke Kakanwil hingga sampai saat ini masih aman dan telah di salurkan ke KUA Kecamatan
Meski stok buku nikah melimpah, tapi problemnya sekarang adalah, keadaan penghulu yang ada di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan yang ada di kota soto ini berkurang.
"Untuk stok buku nikah aman, tapi untuk penghulunya ini yang masih kurang, karena jumlahnya masih cukup terbatas ditengah banyaknya yang mengajukan pernikahan," kata Khoirul Anam, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Lamongan Minggu (1/3/2020).
Di Lamongan kata Anam, jumlah penghulu yang ada di setiap KUA Kecamatan masih terbilang minim.Hanya ada 10 KUA yang terdapat staff penghulu.
"Jumlah penghulu yang ada di Lamongan minim.Di setiap KUA harusnya di isi penghulu 1 . Sementara saat ini di Lamongan tidak semua KUA ada penghulunya, baru ada 10 KUA yang diketahui sudah ada penghulu," ungkapnya.
Sementara, untuk kecamatan lainya masih belum ada penghulunya. Padahal Lamongan memiliki 27 KUA/ Kecamatan. "Tetapi selama ini alhamdulillah dengan penghulu yang ada masih bisa teratasi, meskipun harus mengatur waktu yang jelih," terang Khoirul Anam.
Apabila volume nikah di Lamongan naik di bulan - bulan yang biasanya di lakukan pernikahan. Kemenag melalui Kepala KUA Kecamatan memiliki strategi untuk me - Re schedulle jadwalnya.
"Biasanya kepala KUA yang belum ada penghulunya akan mereaschedule jadwal nikahnya. Misalnya waktu nya bersamaan , maka kita memanagemen sebaik mungkin soal waktu dan itu bisa di maklumi karena waktu untuk penghulu menikahkan pengantin secara syari’ah itu tidak lama," jelas Khoirul Anam.
Kasi Bimas Islam tersebut sangat sepakat jika negara dan lulusan universitas dari Fakultas keagamaan mau merespon adanya ini, setidaknya meringankan tugas Kemenag Lamongan.
"Catatnya ada sertifikasi khusus dari Fakultas keagamaaan dan telah lulus uji kompetensi penghulu. Bagaimana dia layak atau tidak. Karena penghulu jadi garda terdepan fiqh perkawinan atau secara hukum nikah syar’iyah," tandasnya.
Dalam catatan Kemenag ada sejumlah fenomena di Lamongan yang membuat volume pernikahan naik secara drastis.
Seperti pada fenomena malam 29 menjelang puasa. Pasti ada pernikahan dengan volume besar. Itu terjadi di Daerah Kecamatan Babat, Sukorame , Bluluk, Modo , Ngimbang dan Kedungpring. Selain itu pada bulan Rajab, Ruwah, Syawal, Besar, Mulud termasuk memiliki volume pernikahan yang tinggi.jir
Editor : Redaksi