Sudah 24 Ribu Warga Lamongan Mudik Karena Covid-19

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI, Lamongan - Jumlah warga Lamongan yang ada di perantauan terus berdatangan di kampung halaman. Bahkan jumlahnya hari ke hari terus bertambah, dan saat ini sudah mencapai 24 ribu warga yang mudik karena Covid-19. Jumlah warga Lamongan yang tersebar di 34 Propinsi di Indonesia, seperti disampaikan oleh bupati H. Fadeli berjumlah kurang lebih 80 ribu. Jumlah tersebut, sebanyak 6 ribu warga Lamongan ada di Ibu Kota Jakarta. "Hingga saat ini sudah ada 24 ribu warga Lamongan yang mudik ke kampung halaman, dan jumlah itu akan terus bertambah," kata Fadeli bupati dua periode ini ke sejumlah wartawan saat bincang soal virus Corona Covid-19 di Kantornya. Disebutkan oleh Fadeli, jumlah 24 ribu warganya itu tidak dirinci dari kota mana dia pulang kampung. Hanya saja dari data dan info yang dimiliki oleh Pemkab Lamongan, warga Lamongan yang merantau hampir semua 34 Propinsi di Indonesia ada warga Lamongan. "Kalau rinciannya sementara kita belum terima datanya, hanya saja kalau jumlah globalnya saat ini sudah mencapai 24 ribu yang pulang kampung, dari total 80 ribu warga yang ada di perantauan," terangnya. Karena jumlah warga Lamongan yang mudik terus bertambah lanjut Fadeli, Pemkab Lamongan telah melakukan langkah-langkah kongkrit dengan menyiapkan tempat isolasi bagi perantauan di sejumlah lokasi. Lokasi yang dipersiapkan tempat pelayanan dan isolasi khusus Covid 19 selain di RSUD Soegiri. Seperti, Rumah sakit Karangkembang Babat, Puskesmas Deket, Rusunawa, Balai Latihan Kerja (BLK), Stadion Surajaya, Gedung Olahraga, Gedung Bhineka Karya Korpri dan Gedung SD, SMP dan SMA. Dan bagi warga yang mudik langsung menuju desanya masing-masing, maka mereka harus diisolasi dulu di Kantor Desa atau Kelurahan, atau Puskesmas terdekat. Hal itu penting dilakukan untuk memastikan mereka ini benar-benar tidak terjangkiti virus Covid-19. "Jadi kalau ada warga Lamongan yang pulang kampung mereka harus diisolasi dulu sampai 14 hari, kalau selama 14 hari dirasa sudah cukup mereka baru bisa pulang ke rumahnya masing-masing," jelasnya. Sementara itu, hingga Minggu (5/4/2020) sore warga Lamongan yang sudah dinyatakan positif setelah hasil rapid test sejumlah 16 orang. Terhadap warga yang sudah dinyatakan positif ini, pihak Lamongan masih menunggu kepastian dari hasil Lab swab dari Kemenkes RI, mereka itu positif terkena virus covid-19 atau tidak. "Kita tidak punya kewenangan untuk menyampaikan itu, hanya saja dari hasil Rapid Test ada 16 warga Lamongan dinyatakan positif, tapi untuk memastikan mereka terkena covid-19 kita tunggu hasil laboratorium Swab dari Kementerian Kesehatan," pungkasnya.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru