SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sampai dengan pukul 16.30 WIB kemarin, diperoleh informasi berjumlah menjadi tujuh orang.
Dengan rincian, yang mana sebelumnya berjumlah 3 orang, bertambah 1 orang pada tanggal 12 April. Kasus terkonfirmasi ke empat merupakan peserta pelatihan petugas haji di Surabaya, dinas di Kabupaten Kediri, perempuan, tinggal di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Pada 03 April, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan secara mandiri ke Surabaya, dan diperoleh hasil positif. Semenjak itu yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah secara ketat.
Pada 08 April, dilakukan tes swab kepada yang bersangkutan. Kemudian, selang beberapa hari diperoleh hasil swab dengan hasil positif. Selanjutnya, nanti sekitar tanggal 17 April akan dilakukan ulang tes swab kepada yang bersangkutan.
Sehingga, pasien positif Covid-19 Kabupaten Jombang menjadi 4 orang. "Kemudian, sampai dengan pukul 16.30 WIB kemarin, mendapat informasi bahwa Kabupaten Jombang bertambah 3 orang," ujar Jubir Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno, saat rilis di Media Center Pemkab Jombang, Selasa (14/4/2020).
Budi memaparkan, untuk yang ke lima, yang bersangkutan sehari-hari bekerja di Surabaya. Sebelumnya pasien dalam pengawasan (PDP), bekerja sebagai security, berdomisili di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo, laki-laki, usia 45 tahun.
"Runtutannya, pada 03 April, yang bersangkutan alami gejala sesak nafas, kemudian dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Sehingga pasien ditempatkan ke ruang isolasi penanganan Covid-19," paparnya.
Kemudian pada tanggal 08 - 09 April, terang Budi, dilakukan pengambilan swab untuk memastikan pasien terkonfirmasi positif atau tidak. "Dan pada 13 April hasil diterima dan terkonfirmasi positif," terangnya.
Selanjutnya untuk terkonfirmasi ke enam, yang bersangkutan adalah peserta pelatihan petugas haji di Surabaya sebagai tenaga keagamaan Kabupaten Jombang. Domisili di Kecamatan Diwek, laki-laki, usia 53 tahun, kategori orang tanpa gejala (OTG).
"Rangkaian yang dilakukan, pada 08 April dilakukan pengambilan swab kepada yang bersangkutan untuk dikirim ke Blitbangkes Kementerian Kesehatan. Dan hasil swab pada 13 April dinyatakan terkonfirmasi positif," cetusnya.
Saat ini, terkonfirmasi ysng ke enam ini menjalani isolasi mandiri di rumah. Langkah-langkah yang harus dilakukan, meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri secara ketat. Melakukan tracing terhadap kontak erat yang sudah dilakukan dinkes.
"Melakukan pemantauan terhadap hasil tracingnya, merencakan melakukan swab ulang terhadap yang bersangkutan sesuai jadwal yang ditetapkan, dan melakukan pemantauan perkembangan kondisi yang bersangkutan setiap hari," jelasnya.
Untuk terkonfirmasi ke tujuh, Budi mengungkapkan, yang bersangkutan berdomisili di Kecamatan Diwek, laki-laki, usia 58 tahun, sehari-hari sebagai guru. Saat ini dirawat di salah satu rs swasta Surabaya, karena sebelumnya harus menjalani penanganan untuk penyakit yang diderita.
"Pada 07 April dilakukan pengambilam swab untuk memastikan pasien terkonfirmasi positif atau tidak. Pada 11 April hasil swab keluar, dan konfirmasi dari Dinkes Provinsi Jatim diterima pada 13 April dan dinyatakan positif," ungkapnya.
Budi menegaskan, yang keenam merupakan ASN Kementerian Keagamaan, sedangkan yamg ketujuh ASN Kabupaten Jombang. Upaya yang dilakukan oleh ketua tim gugus tugas, akan dilakukan upaya persuasif agar semuanya mau menjalani isolasi mandiri di rumah sakit.
"Jadi akan dilakukan upaya itu, tapi secara persuasif. Dan akan dilakukan oleh Gugus Tugas Pencegahan dan penanganan. Untuk keluarga dan rekan kantor sudah dilakukan tracing oleh dinkes, selanjutnya akan dilakukan rapid test," tegasnya.
Sementara itu, ada penambahan orang datang ke Jombang sebanyak 230 orang, sehingga setiap hari data ODR ada penambahan.
Dari hasil rapat dengan ketua tim gugus tugas covid-19, harapannya orang yang datang ini harus mau dikarantina di tempat fasilitas sekolah dasar yang sudah disiapkan masing-masing desa.
Sedangkan ODP secara kumulatif sebanyak 477 orang. Yang sudah mejalani isolasi mandiri sebanyak 382 orang, sehingga hari ini yang sedang.dalam pemantauan sejumlah 95 orang.
PDP di Kabupaten Jombang bisa dikatakan sudah tidak ada. Karena sebelumnya 5, yang 3 sudah dalam kondisi baik dan sudah menjalani masa pemantauan selama 14 hari. "Yang satu meninggal, dan satunya lagi terkonfirmasi positif kemarin sore," pungkasnya.(suf)
Editor : Redaksi