Polemik Stafsus Milenial: Mengenal Sosok Andi Taufan Pendiri PT Amartha

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya -Staf khusus (Stafsus) baru Presiden Joko Widodo ada yang berasal dari dunia financial technology(fintech). Ia adalah Andi Taufan Garuda Putra (32), CEO Amartha. Andi merupakan sosok yang berada di balik kesuksesanpeer to peer lending PT Amartha Mikro Fintek. Aktivitas Andi Taufan Garuda di dunia fintech, ternyata menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Kini, Andi diangkat menjadi staf khusus Presiden Jokowi untuk meningkatkan inovasi. “Andi Taufan Garuda Putra, umur 32 tahun, telah meraih banyak penghargaan inovasi atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM. Jadi CEO PT Amartha Mikro Fintek. Tugas khusus untuk mengembangkan inovasi," kata Presiden Joko Widodo saat memperkenalkan Andi Taufan di Istana. Pihak Amartha pun menyambut positif pengangkatan ini. Mereka yakin pengalaman dan kapabilitas Andi bisa membawa kontribusi positif pada sektor ekonomi digital. Sebelumnya, Taufan bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services selama hampir dua tahun. Taufan lalu keluar dari pekerjaannya pada 2009 dan mendirikan perusahaan Amartha setahun kemudian. Keinginannya kala itu adalah memberikan akses keuangan kepada masyarakat desa, terutama yang terlilit hutang rentenir. Kemudian dia keluar dari pekerjaan dan mendirikan startup Amartha, yang bergelut pada pembiayaan. Fintech memberikan akses keuangan kepada masyarakat. Kapabilitas Andi bisa membawa kontribusi positif pada sektor ekonomi digital. “Amartha berbangga dan mendukung sepenuhnya atas dilantiknya Taufan, pendiri dan CEO Amartha sebagai Staff Khusus Presiden. Berdasar pada pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan Taufan selama hampir 10 tahun di Amartha dan memajukan sektor UMKM, tentu dapat memberikan kontribusi, terobosan dan inovasi guna mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia," ujar Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, dalam keterangan resminya Amartha menjadi tekfin dari Asia Tenggara yang mendapatkan penghargaan di SDG Finance Geneva Summit 2019 oleh United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB sebagai perusahaan yang masuk dalam kategori Growth Stage Impact Ventures (GSIV). Amartha menjadi satu-satunya tekfin p2p lending yang menawarkan alternatif investasi yang memberikan keuntungan, sekaligus berdampak nyata pada peningkatan perekonomian masyarakat di pedesaan.(l6/we/mc/cr-03/dsy)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru