Aksi sekelompok pemuda diduga anggota gangster membuat resah warga kampung Donorejo IV Surabaya. Tak jelas apa pemicunya, kawanan diduga gangster tiba-tiba melakukan aksi penyerangan. Dalam aksi tersebut, 6 orang berhasil ditangkap. Beirkut laporan wartawan Surabaya Pagi Septyan di Surabaya,
Tak jelas apa pemicunya, sekelompok pemuda membawa senjata tajam diduga anggota gangster menyerang kampung Donorejo Surabaya pada Rabu (15/4) dini hari.
Melihat kampungnya dilempari batu dan diserang, warga pun berbondong keluar dan mencoba menghalau mereka hingga terjadi konflik.
Polisi yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi hingga membuat puluhan pemuda itu lari tunggang langgang.
Enam orang berhasil ditangkap, ironisnya satu warga diduga menjadi korban salah tangkap polisi. Bahkan, korban yang bernama Miftachul Ulum (23) warga Kampung Donorejo IV Surabaya itu mengalami siksaan fisik dan verbal saat diinterogasi petugas anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Syaiful (31) warga Donorejo mengatakan, puluhan pemuda yang menggunakan senjata tajam itu bermula melakukan konvoi. Namun tiba-tiba, mereka melakukan penyerangan dengan melempari batu ke rumah warga.
“Awalnya kayak ada konvoi atau apalah. Trus mereka tiba-tiba masuk ke kampung dan melakukan pelemparan menggunakan batu, sehingga warga sekitar melakukan pengejaran,” terang Syaiful.
Sementara Miftahul Ulum yang saat itu sedang membeli nasi goreng, sempat berusaha menyelamatkan diri ketika peristiwa terjadi. Namun naas, Miftahul justru ditangkap petugas dan sempat diintrograsi. Sayangnya, saat diinterogasi, informasinya Miftahul diduga mendapat perlakukan kasar secara fisik.
"Korban sedang beli nasi goreng. Saat ada kejadian itu mencoba menyelamatkan diri terus dipegang sama polisi. Diinterogasi. Sempat disiksa fisik pakai alat setrum hingga pingsan. Padahal kami sudah bilang kalau itu warga," kata Syaiful kepada wartawan, Rabu (15/4/2020).
Akibat perlakuan tersebut, korban kini menjalani perawatan di RSUD dr Soewandhi Surabaya.
“Tadi warga sudah bilang kalau korban warga kampung, tapi oleh petugas tetap dibawa. Sehingga orang tua dan warga mengikuti ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Tapi korban justru mengalami luka dan dilarikan ke RS, ” paparnya.
Sementara Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Faisol Amir mengaku belum mendapatkan informasi tersebut. Namun pihaknya berjanji akan memberikan data usai mendapatkan informasi lebih lanjut.
Namun saat disinggung dugaan perlakuan kasar, pihaknya belum memberikan jawaban. “Saya malah belum dapat informasinya. Kejadiannya kapan dan dimana nanti saya cek dulu,” ucapnya singkat
Editor : Redaksi