Pemkab Distribusikan Paket Sembako Kepada Korban Banjir

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI, Lamongan - Korban banjir yang ada di 12 wilayah Kecamatan di Lamongan mulai bisa bernafas lega. Bagaimana tidak sejumlah bantuan mulai diterima oleh korban banjir mulai dari perorangan sampai Pemkab Lamongan. Pemkab Lamongan sudah mulai mendistribusikan paket sembako kepada para korban banjir, khususnya masyarakat miskin. "Kebutuhan beras InsyaAlloh tercukupi, Pak Kapolres dan jajarannya memberikan bantuan sembako, memberikan perhatiannya kepada masyarakat terdampak banjir. Sembako dari Bhayangkari, anggota Kodim tidak hanya dari BPBD sendiri," kata Fadeli bupati Lamongan. Menurut Fadeli, banjir yang terhitung lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya ini, Pemkab Lamongan juga telah menyiapkan beras sebanyak 2 ton. "Besok tetap kami kirim sesuai ketentuan 0,4 ons per orang, 4 ons satu hari untuk saat ini 25 ribu jiwa yang terdampak, berapapun akan terus kami berikan secara bertahap," ujarnya. Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lamongan, Mugito, merinci dari data yang dihimpun pada Sabtu, (12/4/2020) malam, banjir tahun ini berdampak terhadap ribuan jiwa yang tersebar di 67 desa di 12 kecamatan. "Untuk total terdampak rumah yang tergenang 7.461 rumah, sampai tadi malam datanya 25.692 jiwa," ucapnya. Dari 12 Kecamatan tersebut, kecamatan yang paling parah terdampak banjir ada di Kecamatan Turi dengan 7 desa. "Rumah yang terdampak ada 710 rumah, dan jiwa yang terdampak ada 3991 jiwa," ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Mugito, di kecamatan Karangbinangun terdapat 7 desa 7ang berakibat 254 rumah dan jiwa 771 yang terdampak. "Glagah 56 desa, 322 rumah, 1222 jiwa. Kalitengah 8 desa, 325 rumah, 1403 jiwa. Sukodadi 10 desa, 10 rumah, 168 jiwa," katanya. Sedangkan di wilayah tengah, sambung Mugito, di Kecamatan Kota Lamongan, terdapat 7 desa, 125 rumah, dan 370 jiwa. "Deket 364 rumah, 1271 jiwa," tuturnya. Untuk di wilayah selatan, ada 4 kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Tikung, Modo, Kedungpring, dan Kembangbahu. "Di Kecamatan Modo ada 13 rumah, tanggul irigasi jebol di Sidomulyo, Kedungpring 4 desa, 128 rumah, 384 jiwa, Kembangbahu 2 desa, 24 rumah, 72 jiwa, dan Tikung, 3 desa, menggenangi lahan pertanian," ujar Mugito. Lebih jauh, Mugito menyebut, banjir di Lamongan tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. "Sejak tanggal 7 April telah terjadi hujan yang curah cukup tinggi itu yang menyebabkan banjir," katanya.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru