SURABAYA PAGI, Gresik - Seorang pasien positif Covid-19 asal Gresik meninggal dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Gresik. Pasien berjenis kelamin wanita berasal dari Dusun Talun, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Ia meninggal pada Sabtu pagi (18/4) sekitar pukul 06.00 WIB.
Kabar kematian pasien yang terjangkit virus corona tersebut disampaikan Kabaghumas dan Protokol Setkab Gresik Reza Pahlevi pada Sabtu (18/4) pukul 16.10 WIB.
Camat Menganti Sujarto membenarkan jika seorang warganya yang terinfeksi Covid-19 meninggal dunia pagi tadi dan sudah dimakamkan di TPU desa setempat.
Menurut dia, tidak ada kendala dalam pemakaman jasad almarhumah. Pemulasaran sampai pemakaman dilakukan sesuai standar prosedur oleh tim medis rumah sakit.
"Warga tidak menyoalkan, bahkan kerabat dan sebagian warga ikut mengantarkan jenazah hingga ke lokasi pemakaman desa," ucap Sujarto kepada awak media.
Kabar duka juga datang dari seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Dukun. Pasien meninggal di rumah sakit sebelum hasil swab test-nya keluar dari kemenkes.
"Meski statusnya PDP, namun proses pemulasaran sampai pemakaman dilakukan sesuai SOP pasien Covid-19," kata Reza.
Selain menyampaikan kabar duka, Reza juga merilis perkembangan akhir kasus Covid-19 di Gresik. Hasilnya, ada penambahan seorang pasien positif virus corona asal Desa Suci, Kecamatan Manyar.
"Informasi penambahan ini baru diterima satgas penanganan Covid-19 Gresik dari dinkes provinsi pada sore hari ini (Sabtu 18/4)," jelas Reza dalam rilisnya.
Riwayat pasien Covid-19 ini, ungkap Reza, semula berstatus PDP di Lamongan karena dia bekerja di Kota Soto tersebut. Hanya saja domisilinya di Gresik.
"Kendati dinyatakan positif Covid-19, namun kondisi pasien di rumah sakit saat ini dalam keadaan membaik," kata Reza.
Dengan bertambahnya seorang pasien Covid-19 di Gresik pada hari ini, maka jumlahnya hingga 18 April 2020 genap menjadi 20 jiwa. Dengan catatan 2 orang sudah meninggal, dan 2 orang dinyatakan sembuh.
Dengan penambahan satu pasien terkonfirmasi ini juga menempatkan Kecamatan Manyar sebagai zona merah pandemi corona di peringkat pertama bersama dua kecamatan sebelumnya. Yakni, Kebomas dan Benjeng dengan masing-masing 4 jiwa pasien penderita Covid-19.
Namun di Manyar, dari 4 jiwa, seorang diantaranya sudah meninggal dan seorang lagi dinyatakan sembuh.
Kemudian ada Kecamatan Menganti dengan 3 jiwa pasien positif virus corona. Seorang diantaranya meninggal pada hari ini (18/4).
Selanjutnya Kecamatan Driyorejo dan Sidayu, masing-masing dengan 2 jiwa penderita. Satu di antara dua pasien di Driyorejo sudah dinyatakan sembuh.
Zona merah dengan seorang pasien positif Covid-19 diduduki Kecamatan Duduksampeyan. did
Editor : Redaksi