Hari Pertama PSBB Surabaya, Masih Banyak yang Boncengan

surabayapagi.com
Surabaya - Surabaya Raya resmi menerapkan PSBB hari ini. Masyarakat diimbau tidak berboncengan saat mengendarai sepeda motor. Namun masih banyak yang berboncengan. Pantauan detikcom di beberapa titik ruas jalan di Surabaya masih ditemukan pengendara roda dua berboncengan. Salah satunya di Jalan Tunjungan, Jalan Arjuno, kawasan Gunungsari, Jalan Kutai, Jalan Diponegoro. Bahkan beberapa di antaranya tidak memakai masker. Kadishub Jatim Nyono mengatakan, bahwa pengendara motor yang berboncengan diperbolehkan asal satu alamat. Yang tidak diperbolehkan berboncengan yakni ojol saat membawa penumpang. "Aturannya jelas ya, ojol tidak boleh bawa penumpang. Kalau pengendara biasa goncengan asal satu KTP satu alamat ya tidak masalah," katanya. Untuk pemeriksaan, Nyono menjelaskan merupakan kewenangan dari aparat di lapangan. Untuk saat ini, aparat memeriksa di setiap check point di perbatasan Kota/Kab di Jatim yang menerapkan PSBB. "Ya sementara di check point, di perbatasan Surabaya, Gresik dan Sidoarjo," pungkasnya. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko pun mengakui masih banyaknya kendaraan roda dua yang mengangkut penumpang. Hal itu terutama di pintu masuk ke Surabaya yang berbatasan dengan Sidoarjo. Meskipun, diakuinya sebagian besar dari mereka yang berboncengan telah mengenakan masker. Terkait masih adanya pengendara speda motor yang berboncengan tersebut, kata Trunoyudo, perugas gabungan langsung mengambil tindakan yakni dengan menghentikan pengendara motor, dan meminta turun penumpangnya. "Kita turunkan (penumpangnya) kemudian kita siapkan kendaraan untuk dikembalikan," ujar Trunoyudo. Selain itu, Trunoyudo mengakui masih adanya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker saat berkendara. Mereka juga turut menjadi sasaran para petugas gabungan untuk dihentikan. Sebagian dari mereka, kata Trunoyudo, ada yang langsung diberikan masker oleh petugas, dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Meskipun, ada juga yang diminta kembali, jika memang tujuannya tidak seberapa penting. Trunoyudo juga mengungkapkan masih banyaknya mobil pribadi yang tidak memperhatikan physical distancing. Di mana penumpangnya melebihi 50 persen dari kapasitas normal. Perlakuannya sama, sebagian penumpang diminta turun dan diangkut untuk dikembalikan. "Kalau kendaraan umum sudah memperhatikanphysical distancing. Penumpangnya tidak lebih dari 50 persen," kata Trunoyudo.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru