SURABAYAPAGI.COM, Jombang – Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif tehadap Safa’at (49) pria di Jombang yang tega membunuh istri dan menganiaya anaknya itu akhirnya terungkap. Dari hasil pemriksaan polisi, aksi sadis pelaku dilatarbelakangi rasa cemburu.
Kepulangan Safa’at dari Amerika sejak empat bulan lalu memang membuat perubahan dalam rumah tangganya. Sejak itu biduk rumah tangga warga Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno ini mulai oleng. Pertengkaran demi pertengkaran kerap terjadi.
Baca juga: Muktamar NU-35 Di Jombang Ricuh, Ratusan Masa Gruduk Arena Pleno Desak Pimpinan Sidang Diganti
Kapolsek Mojowarno AKP Yogas menjelaskan, Safa’at bekerja di Amerika sekitar sembilan tahun. Sejak itu pria berkepala plontos ini mengirimkan uang kepada sang istri. Tentu untuk digunakan kebutuhan sehari-hari dan ditabung. Kemudian Safaat kembali ke rumahnya empat bulan lalu. Dari situlah permasalahan muncul.
Baca juga: Pasokan dari Petani Turun Drastis, Harga Cabai dan Sayuran di Jombang Ikut Melonjak
Safa’at menanyakan uang yang ia kirimkan itu dirupakan dalam bentuk apa. Namun demikian, sang istri selalu menghindar dan tidak memberikan penjelaskan secara gamblang. Terkahir Sri menunjukkan lahan yang dia beli dari hasil kerja sang suami. Ironisnya, lahan/kebun tersebut ternyata sudah tergadai.
Baca juga: Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi
“Nah, dari situlah mereka kerap cekcok. Pelaku curiga ada orang ketiga dalam rumah tangganya. Puncaknya pada Jumat (31/7/2020) malam, sang suami membunuh istrinya dengan sadis,” kata Yogas.
Editor : Moch Ilham