Corona Menggila di Lapas, 14 Napi dan Petugas Dinyatakan Positif

surabayapagi.com
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto saat diwawancarai wartawan. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Penyebaran virus corona mulai menggila di Lapas Kelas IIB Mojokerto. Terbukti, sebanyak 14 orang dinyatakan positif terpapar COVID-19. Saat ini, semuanya tengah diisolasi di ruangan khusus di dalam dan luar lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo mengatakan, 14 orang tersebut terdiri dari 5 orang narapidana serta 9 orang petugas yakni penjaga, perawat dan staf.

"Saat ini semuanya sudah kita lakukan isolasi mandiri. Yang 5 orang napi kita isolasi di ruang khusus yang berada didalam lapas, sedangkan sisanya 9 orang petugas, kita isolasi di rumah dinas yang terletak di depan Lapas," terangnya.

Wahyu menyebut, 14 orang yang positif ini diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 pada Sabtu (22/8/20), setelah sebelumnya dilakukan rapid tes dan ditindak lanjuti dengan tes swab.

"Sebelumnya tanggal 13 Agustus kemarin kita adakan rapid massal sebanyak 40 orang, dan saat itu yang reaktif kita tindak lanjuti dengan tes swab. Hasilnya, 14 orang dinyatakan positif," ujarnya.

Ia menambahkan, kelima narapidana yang terkonfirmasi positif merupakan tahanan kasus penipuan dan Narkoba.

"Satu kasus penipuan, dan empat lainya narkoba. Rata rata usai di bawah 44 tahun,"ungkapnya saat di temui dalam kantor Lapas Kelas IIB jalan raya Taman Siswa, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. 

Masih kata Wahyu, masuknya virus berbahaya ini diduga berasal dari keluar masuk petugas lapas dan juga makanan yang dikirim oleh keluarga napi dari luar lapas.

"Sejak pandemi ini merebak, jadwal besuk sudah kita hapus, tapi untuk yang nitip makanan masih kita terima. Mungkin itu bisa jadi celah masuknya virus ini. Tapi bisa jadi virus itu masuk lewat petugas kita sendiri, karena mereka yang bebas berinteraksi diluar lapas," ujarnya.

Untuk tindak lanjut, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Pemda Kota Mojokerto dan juga Dinas Kesehatan. Rencananya, akan ada sebanyak 45 orang yang warga binaan yang akan di rapid karena diketahui pernah memiliki kontak erat dengan yang bersangkutan.

Saat ini, Lapas Kelas IIB tengah dihuni sebanyak 642 warga binaan. Jumlah itu, dinilai melebihi kapasitas maksimum atau overload. 

"Sebenarnya Lapas sini hanya diisi 344 warga binaan. Sekarang 642 otomatis over lord 100 persen,"tandasnya. dwy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru