SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jombang, saat ini telah memasuki musim kemarau. Namun, apabila tidak diantisipasi sejak dini, maka dikhawatirkan akan berdampak pada lahan pertanian.
Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, telah melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya kekeringan pada musim kemarau di lahan pertanian.
Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir
Salah satunya yakni telah melakukan sosialisasi Rencana Tata Tanam Global (RTTG) periode 2020-2021 kepada para juru/mantri pengairan yang berada di wilayah Kabupaten Jombang pada Rabu, (12/8/2020) yang lalu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, ST mengatakan, bahwa pihaknya melaksanakan kegiatan sosialisasi RTTG 2020/2021 untuk mengantisipasi musim kemarau yang digelar di Aula Dinas PUPR.
"Kegiatan itu untuk mengoptimalkan pelayanan air irigasi berdasarkan ketersediaan air (debit andalan). Dengan mempertimbangkan usulan rencana tata tanam, rencana kebutuhan air tahunan, dan kondisi hidroklimatologinya," katanya, Senin (24/8/2020).
Dalam hal tersebut Imam menjelaskan, bahwa Dinas PUPR Kabupaten Jombang mengimbau kepada para petani untuk bisa patuh pada RTTG.
"Kedisiplinan tersebut sangat penting dilakukan, terlebih dimusim kemarau seperti saat ini. Dengan mematuhi RTTG, kita bisa mengantisipasi terjadinya kekeringan lahan pertanian," jelasnya.
Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak
Imam memaparkan, RTTG berisi pembahasan sistematis terkait rencana tanam lahan pertanian, dan telah disepakati oleh Dinas PUPR Kabupaten Jombang selaku pengendali air irigasi, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan kelompok tani (Poktan).
"Dengan kata lain, dalam RTTG telah dilakukan perhitungan yang matang terkait rencana tanam. Musim kemarau debit air kan berkurang, sehingga perlu efisiensi serta pemakaian air irigasi secara bijak," paparnya.
Imam juga mengingatkan kepada para petani, pada daerah-daerah hilir yang debit airnya turun drastis, agar menghindari tanaman padi dan beralih pada tanaman palawija, yang kebutuhan airnya lebih sedikit.
Baca juga: Mitos Situs Sendang Made Jombang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Legenda yang Kuat
"Namun, meski sudah ada RTTG, masih ada saja petani yang melanggar dengan tetap menanam padi, walaupun di musim kemarau seperti saat ini," ujarnya.
Oleh sebab itu, terang Imam, kegiatan sosialisasi RTTG bertujuan agar para juru/mantri pengairan sebagai pengelola jaringan irigasi, mengetahui dan memahami Rencanaa Tata Tanam Global 2020/2021.
"Menumbuhkan partisipasi dan kesadaran juru pengairan dalam penyelenggaraan operasi jaringan irigasi, menekan terjadinya pelanggaran pola tanam dan tata tanam, serta mewujudkan kondisi tertib tanam di masyarakat petani," pungkasnya. Suf
Editor : Mariana Setiawati