SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Bupati Lumajang resmi membuka jalur Pendakian Gunung Semeru, Senin (5/10/2020). Jalur Pendakian Gunung Semeru akhirnya dibuka setelah hampir selama satu tahun ditutup akibat adanya kebakaran hutan di kawasan Gunung Semeru dan mewabahnya pandemi Covid-19.
Baca juga: Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Lumajang Tembus Rp 40 Ribu per Kg
“Ini tidak dibuka full 100 persen, mekanismenya ada di TNBTS melalui online, yang mendapatkan akses dan izin lah yang boleh mendaki,” ujar Bupati Lumajang, Thoriqul Haq usai membuka Jalur Pendakian Gunung Semeru di Ranu Pani.
Bupati menjelaskan bahwa pendaki harus melalui tahapan-tahapan sebelum mendaki, termasuk harus menjalani tes kesehatan untuk memastikan pendaki sehat dan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
“Kita siapkan dari Dinkes untuk cek kesehatan, sebelum mendaki wajib melalui proses cek kesehatan termasuk memastikan penerapan protokol kesehatan,” jelas Bupati.
Baca juga: Kembali Erupsi 1.000 Meter, Letusan Gunung Semeru Disertai Lava Pijar
Bupati berpesan agar para pendaki tetap memperhatikan protokol kesehatan. Nantinya pelaksanaan pendakian akan dilakukan evaluasi 2 mingguan.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), John Kenedie menjelaskan bahwa pendakian dibatasi 20 persen dari daya dukung atau sekitar 120 pendaki setiap harinya. Masyarakat yang ingin mendaki dapat booking secara online melalui situs www.bookingsemeru.bromotenggersemeru.org/.
Baca juga: Pesona Hutan Bambu Sumbermujur, Keindahannya Seperti Masuki Dunia Lain
“Aturannya 20 persen dari daya dukung 600 jadi 120, bookingnya melalui online, kalau sudah tercukupi bisa daftar untuk keesokan harinya. Rombongannya minimal 3 dan tidak boleh lebih dari 7, harus membawa masker, kita batasi sampai Kalimati selama 2 hari 1 malam,” jelasnya. Lim
Editor : Moch Ilham