SURABAYAPAGI, Surabaya – Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kembali mendapat dukungan dari guru TPQ se - Kota Surabaya, pada Kamis (15/10/20), di kantor DPC PDIP Surabaya.
Pada acara deklarasi dukungan tersebut, Eri Cahyadi juga di dampingi oleh kader PDIP yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhalas Ni'am.
Baca juga: Pakar Nilai Masyarakat Punya Legitimasi Kuat ke DPRD dengan Adanya Pilkada Tidak Langsung
Dalam sambutannya, Abdul Ghoni berharap semoga perjuangan yang tengah dilakukan menuju tanggal 9 Desember dimudahkan, untuk meneruskan cita-cita Kota Surabaya untuk lebih baik lagi.
"PDI - P adalah rumah bersama, kita sepakat Surabaya ini kita jadikan kota toleran, kami berharap guru ngaji untuk terus memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitar, sehingga akhlak dan komunikasi anak-anak kita terjalin dengan baik," ucapnya.
Pada acara tersebut, Eri Cahyadi bakal meningkatkan insentif guru keagamaan, termasuk para guru ngaji TPQ.
Menurut Eri, selama ini Pemkot Surabaya telah memberikan perhatian besar kepada para guru TPQ dengan memberikan insentif sebesar Rp400 ribu perbulan.
“Untuk guru TPQ, nantinya kita tambah menjadi Rp500 ribu perbulan. Itu bentuk perhatian kepada beliau-beliau yang mengabdikan diri membentuk karakter warga berakhlakul karimah. Demikian pula guru keagamaan semua lintas agama akan mendapat perhatian yang sama,” ungkapnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengatakan, Surabaya akan menjadi kota yang nyaman dan aman ketika orang-orangnya memiliki akhlakul karimah. Akhlak yang baik itu, perlu dibentuk sejak masih anak-anak sehingga akan terpatri sejak kecil.
Baca juga: Wacana Pilkada Tidak Langsung, Akademisi Soroti Pentingnya Demokratisasi Partai
“Siapakah yang paling pas menjadi pemimpin sejati itu? Yakni mereka yang paling dekat dengan masyarakat dan anak-anak. Salah satunya adalah para guru ngaji. Beliau-beliau ini yang membentuk karakter akhlakul karimah anak-anak Surabaya dari sisi agama. Makanya sudah sewajarnya jika kami akan memberikan perhatian kepada beliau-beliau, meski beliau-beliau juga ikhlas mengajarnya,” ungkapnya.
Eri menegaskan, pembangunan pekerjaan infrastruktur di Kota Pahlawan sudah hampir selesai semua. Ke depan waktunya pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Harapan saya adalah, jika nanti generasi penerus ini memiliki akhlak yang baik, saat mereka menjadi pemimpin kelak atas landasan agama, pasti untuk kepentingan umat bukan untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Wadah Guru Ngaji Surabaya (Wak Gus), Muhammad Alfan mengatakan, dukungan kepada pasangan Eri Cahyadi-Armuji dijatuhkan para guru ngaji berdasarkan musyawarah yang telah dilakukan, karena pasangan ini akan meneruskan kebaikan-kebaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Baca juga: Pilkada Melalui DPRD, Ada Cagub Setuju, Murah!
“Kita telah sepakat dan tekad bulat untuk mendukung Eri Cahyadi. Beliau telah berkomitmen untuk meneruskan kebaikan-kebaikan Bu Risma. Sesuatu yang baik jika diteruskan, hasilkan akan menjadi lebih baik. Makanya para guru ngaji yang tergabung dalam Wak Gus mendukung Eri-Armuji,” terangnya.
Rencana Eri Cahyadi yang akan menambah insentif para guru ngaji jika menjadi wali kota Surabaya nanti, lanjutnya, merupakan langkah yang sangat tepat. Sebab hal itu sebagai bentuk semangat dan apresiasi dari Eri Cahyadi.
“Total guru ngaji di Surabaya yang telah mendapat insentif dari Pemkot Surabaya itu sebesar 11.700 orang. Tentunya jika insentif ini ditambah, akan semakin meningkatkan kesejahteraan mereka. Tentu kami akan menyambut baik rencana Mas Eri Cahyadi tersebut. Semoga beliau jadi wali kota penerus Bu Risma,” pungkasnya. Byt
Editor : Mariana Setiawati