Pengajar di Tulungagung Meninggal Dunia Akibat Covid-19

surabayapagi.com
Operasi Yustisi untuk menekan Covid-19 terus dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Tulungagung. SP/ JT

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kasus Covid-19 di Tulungagung kembali mengalami lonjakan. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 merilis 1 pasien Covid-19 meninggal dunia. Dengan tambahan ini, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal menjadi 8 orang. 

Dari kasus tersebut ditemukan pasien berinisial JMS (41) warga Kecamatan Kauman. Dia merupakan seorang tenaga pendidik di salah satu lembaga pendidikan negeri di Tulungagung.

Baca juga: Tulungagung Catat Tren Positif, Realisasi PAD Program Parkir Berlangganan Capai 21 Persen

Wakil Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Galih Nusantoro mengatakan awalnya JMS mengalami gejala mirip Covid-19 dan dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung pada 24 November, lalu dilakukan pengambilan sampel swab dan dinyatakan positif Covid-19.

“Hasil swab JMS dinyatakan positif Covid-19 pada 26 November lalu,” ujar Galih, Senin (7/12/20).

Mirisnya lagi, JMS sedang mengandung usia 8 bulan. JMS meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya. “Pemakaman yang bersangkutan sehingga sudah dilakukan dengan protokol Covid-19,” kata Galih.

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Selain itu, JMS mempunyai riwayat hipertensi kronis superimposed preeklampsia.

Satgas Penanganan Covid-19 Tulungagung juga mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol Kesehatan, seperti memakai masker saat di luar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan sesering mungkin.

Baca juga: Insiden Bensin Bocor, Warga di Tulungagung Alami Luka Bakar Serius di Kaki

“Patuh pada protokol kesehatan merupakan kunci memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya dengan tegas. dsy14

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru