SURABAYAPAGI.com, Batu - Tim gabungan di Kota Batu kembali menggelar operasi yustisi pelanggar protokol kesehatan Covid-19 super ketat setiap harinya. Hal ini dalam upaya menghindari angka konfirmasi positif Covid-19 semakin melonjak tinggi. Protokol kesehatan di perketat agar Kota Batu bisa masuk dalam zona hijau, Senin (21/12/2020).
Menurut Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso, seperti halnya pedagang kaki lima (PKL) saat berjualan harus menggunakan masker yang benar dan tepat. Jika tidak sanksinya tidak diperkenankan untuk berjualan.
Baca juga: Pesona Destinasi Hutan Pinus Bukit Jengkoang Batu, Surga Tersembunyi Bak Pedesaan Swiss
“Bagi pedagang yang didapati saat melayani konsumen, masker tidak digunakan dengan benar, petugas yang akan bertugas menindak dan bertindak tegas,” ungkapnya.
Selain itu, bagi yang menggelar hajatan pernikahan di Kota Batu diperketat izinnya. Yakni, jika menggelar hajatan namun tidak dengan protokol kesehatan yang berlaku tidak akan dikeluarkan surat izin oleh Gugus Tugas Covid-19.
“Tidak serta merta memberikan rekomendasi bagi warga yang punya hajat. Tapi betul-betul diseleksi dengan ketat, apakah hajatan itu menggunakan standart pengamanan covid atau tidak,” imbuhnya.
Baca juga: Jelang Nataru 2025/2026, Volume Lalu Lintas Kota Batu Diprediksi Naik 20 Persen
Diperketatnya protokol kesehatan ini sebagai upaya menekan dan mencegah angka konfirmasi Covid-19 di Kota Batu. Kluster keluarga muncul dari hajatan, pelayat kematian, hingga kunjungan keluarga dari luar kota, dan sebagainya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat Kota Batu agar tidak menyepelekan Covid-19. Tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).
Baca juga: Angka Wisatawan Turun 30 Persen, Disparta Batu Gencarkan Promosi Jelang Nataru 2025/2026
Sedang, hingga Minggu (20/12/2020) terdapat tambahan pasien konfirm positif sebanyak dua pasien. Sehingga jumlah kumulatif 994 orang di Kota Batu, dengan tambahan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 10 orang.
Dengan bertambahnya 10 pasien yang sembuh itu totalnya 865 orang. Angka meninggal dunia sebanyak 80 orang. Kasus suspek sejumlah 724 orang, probable ada 68 orang, diisolasi sebanyak 150 orang, dan discarded 582 orang. Dsy11
Editor : Redaksi