SURABAYAPAGI.com, Jombang - Wilayah Jombang kembali memasuki kawasan zona merah Covid-19. Merebahnya Covid-19 tersebut menginfeksi 16 tenaga kesehatan (Nakes) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang. Satu orang di antaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan, Rabu (6/12/2021).
Menanggapi kasus tersebut, Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, pasien Covid-19 sempat membludak pada awal Desember 2020. Sehingga pertengahan Desember lalu, pihaknya menggelar tes swab terhadap para nakes di IGD.
Baca juga: Prioritaskan Balita dan Lansia, Bupati Ipuk Terjunkan Nakes Layani Warga Terdampak Pascabanjir
"Waktu itu ada 16 nakes yang terkonfirmasi Covid-19. Terdiri dari 3 dokter dan 13 tenaga paramedis," kata dr Pudji.
Sementara itu, untuk para nakes yang tidak mengalami gejala klinis diminta menjalani isolasi mandiri. Sedangkan yang sakit, dirawat di ruang isolasi RSUD Jombang.
Salah seorang yang dirawat adalah Udin Prasetyo (37), perawat IGD RSUD Jombang. Warga Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang tersebut dirawat karena menderita panas, batuk dan sesak nafas.
Baca juga: Menkes akan Berangkatkan 600 Nakes ke Sumatera, Minta Prabowo yang Lepas
"Kondisinya memburuk, meninggal dini hari tadi jam 2 (pukul 02.00 WIB) karena Covid-19," terang dr Pudji.
Ia menambahkan, saat ini kondisi 15 nakes yang terkonfirmasi Covid-19 sudah membaik. "Alhamdulillah rata-rata sudah membaik," tandas dr Pudji.
Baca juga: Dongkrak Produksi Pangan, Jombang Ajukan 84 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ribuan Petani
Sebelumnya Kasiyanto (31), perawat kamar operasi IGD RSUD Jombang juga meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona pada 1 November 2020. Covid-19 merusak paru-paru warga Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Jombang tersebut. Dsy9
Editor : Redaksi