SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pascabanjir yang sempat melanda wilayah Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani tanggap bencana dengan menerjunkan tenaga kesehatan (nakes) untuk menjangkau titik-titik terdampak banjir di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkap, sejumlah nakes dari puskesmas setempat itu akan terus memberikan layanan kesehatan langsung kepada warga terdampak, terutama lansia dan balita, serta warga yang memiliki riwayat penyakit rentan atau kronis.
"Nakes akan melakukan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan kondisi umum hingga skrining cepat untuk mendeteksi keluhan pascabanjir, seperti infeksi kulit, gangguan pernapasan, dan penyakit kronis yang berpotensi kambuh," jelasnya, Rabu (17/12/2025).
Ipuk menyebut, sejumlah lansia telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan skrining awal dari nakes yang ditugaskan di lapangan. Pemkab juga memastikan ketersediaan obat-obatan dasar, serta pendampingan terutama bagi lansia dengan penyakit kronis agar tidak terjadi komplikasi secara berkelanjutan.
Selain meninjau layanan kesehatan, Ipuk turut menyalurkan bantuan sembako secara langsung kepada warga terdampak banjir guna meringankan beban kebutuhan harian.
Diketahui sebelumnya, sekitar 1.512 kepala keluarga (KK) di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sempu, Srono,dan Muncar, terdampak banjir setelah Banyuwangi diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Senin, 15 Desember 2025.
Sedangkan untuk dampak paling parah terjadi di Kecamatan Muncar, khususnya di Desa Wringinputih dengan 800 KK terdampak. Lalu, ada 600 KK terdampak di Desa Kedungringin. Pemkab Banyuwangi menegaskan penanganan pascabanjir tidak hanya fokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga pada perlindungan kesehatan warga, terutama kelompok rentan di wilayah terdampak. by-03/dsy
Editor : Desy Ayu