Khofifah Jadikan Jurnalis Target Utama Vaksinasi Tahap Kedua

surabayapagi.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memonitor vasinasi di Mojokerto SP/Tribbunnews

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Jurnalis menjadi salah satu sasaran prioritas vaksinasi Covid-19 tahap kedua, hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kota Mojokerto, Senin (1/2/2021).

Khofifah mengatakan, vaksinasi tahap pertama di Jawa Timur memang menempatkan tenaga kesehatan dan medis sebagai prioritas. Tetapi tahap kedua ini nantinya sebagian besar difokuskan untuk sektor pelayanan publik. Khofifah menuturkan jika vaksinasi tahap pertama akan dikebut selesai januari dan berharap vaksinasi tahap kedua segera dilakukan.

Baca juga: Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

"Tahap satu untuk nakes. Tahap dua sasarannya untuk pemberi layanan publik. Masuk di dalamnya Tni Polri Guru, dan juga sudah saya sampaikan ke Kadinkes agar memasukkan jurnalis, Karena jurnalis juga masuk yang ada di lini terdepan dalam memberikan layanan informasi ke masyarakat. Mereka termasuk yang risiko tinggi terpapar," kata Khofifah (1/2/2021).

Maka dari itu Khofifah sudah berkoordinasi dengan PWI Jawa Timur untuk pendataan jurnalis yang akan divaksin.

Baca juga: Gandeng Pemprov Jatim, Komdigi Fokus Kembangkan Talenta Digital dan Perlindungan Anak

“Mohon berkenan sekaligus memasukkan jurnalis ke sistem informasi layanan publik, kalau di tahap satu kemarin kan sistem informasi SDM Kesehatan, nah tahap kedua ini sistem informasi layanan publik," kata Khofifah.

Hal yang disampaikan Gubernur Jawa Timur tersebut sama seperti usulan Ahmad Muzani, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Awal November 2020, Muzani memberikan usulan agar tenaga pengajar serta wartwan masuk dalam daftar proiritas.

Baca juga: Terima Kunjungan Universiti Malaya, Khofifah Tekankan Penguatan SDM Berkelanjutan

Pernyataan Muzani tersebut dilontarkan sebelum keluarnya izin pemakaian dari BPOM dan fatwa halal MUI atas vaksin Sinovac. Muzani berpendapat, tidak semua perusahaan media massa memberikan perlindungan kesehatan yang sesuai untuk para wartawan di masa pandemi. Ia berharap pemerintah bisa mewujudkan usulannya.

“Saya usulkan, kalau memungkinkan wartawan dapat vaksinasi. Mereka bekerja tanpa batas waktu, tanpa batas pandemi. Harus ada jaminan keselamatan,” tutur Munzani.  (Arb3)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru