SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Pasca gempa bumi yang terjadi di Lumajang beberapa waktu lalu, sejumlah penanganan alami beberapa kendala. Salah satunya keterlambatan pendistribusian makanan hingga kekurangan petugas .
Baca juga: Cegah Penimbunan di Tingkat Pengecer, Pemkab Lumajang Perpendek Distribusi Gas Elpiji 3 Kg
Tak pelak, hal tersebut dikeluhkan sejumlah warga khususnya warga yang tinggal di lokasi pelosok atau perbukitan.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengakui ada sejumlah kendala dalam penanganan pasca bencana gempa. Kurangnya jumlah personel yang terlibat dan luasnya cakupan wilayan yang terdampak membuat penanganan masih kurang maksimal.
"Kalau ada komplain ada warga yang belum disambangi ada yang belum dapat bantuan memang iya," kata Thoriq, Rabu (14/4).
Lebih lanjut, Thoriq menjelaskan, ada sejumlah warga yang belum mendapat bantun selain permakanan sebab pihaknya masih fokus melakukan pemetaan kebutuhan setiap kawasan yang terdampak.
Baca juga: Pasca Keluhkan Stok Langka, Pemkab Lumajang Dapat Tambahan 18 Ribu Elpiji Melon
Bahkan, kadang-kadang para petugas mengeluh jarak yang jauh sering kali membuang waktu hanya untuk melakukan pendistribusian makanan.
Untuk menyiasati hal itu, Pemkab Lumajang akan menambah jumlah dapur umum.
“Nah selanjutnya, kami akan mendirikan dapur umum lagi di sana. Yang jaraknya dekat lokasi terdampak. Kami suplai alat masaknya dan bahan mentah/sembakonya,” ujarnya.
Baca juga: Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air
Selanjutnya setelah dapur umum tambahan di lokasi terdampak parah berdiri, pihaknya akan melibatkan masyarakat untuk menangani dampak bencana.
"Nanti ibu-ibunya memasak di dapur umum, bapak-bapaknya membantu TNI-Polri melakukan pembersihan sisa-sisa gempa," pungkasnya.
Editor : Moch Ilham