Prediksi PLN, 2050 Kebutuhan Listrik Meningkat 3 Kali Lipat

surabayapagi.com
Penggunaan listrik di tahun 2050 diprediksi naik 3 kali lipat. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Saat ini konsumsi listrik sebesar 300 TWh. Pertumbuhan listrik di tahun 2021 ini diprediksi bisa mencapai 4,6 persen dan semakin bertambah setiap tahunnya. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memprediksi di tahun 2050 mendatang kebutuhan listrik akan meningkat menjadi 3 kali lipat dari tahun-tahun sebelemunya, bisa mencapai 1.100 TWh.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Utama PLN Dharmawan Prasodjo menjelaskan, tak hanya sampai di situ, di 2060, diperkirakan kebutuhan listrik akan mencapai 1.800 TWh, yang artinya, akan ada penambahan hingga 1.500 TWh.

Baca juga: Sokonindo Pamerkan SERES 7 dan SERES E1, Mobil Listrik Masa Depan di IIMS Surabaya 2024

"Dan PLN berkomitmen penuh bahwa penambahan kapasitas tersebut akan berdasarkan renewable energy (RE)/energi baru terbarukan (EBT). Caranya bagaimana? Berinovasi," katanya, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Sri Mulyani Gelontorkan Anggaran Rp 133,3 Triliun untuk PLN di 2022

Berkat adanya inovasi tersebut, saat ini harga listrik berbasis EBT sudah lebih terjangkau dibandingkan dulu saat pengembangan awal. "Dulu harga EBT berkisar 25 hingga 30 sen dolar per kWh, sekarang sudah 3,6 hingga 4 sen dolar per kWh," katanya.

Kendati, saat ini, pemanfaatan EBT melalui PLTS masih digunakan secara intermittent, tidak terus menerus. Oleh karenanya, potensi pemenuhan listrik berbasis EBT menjadi proyek menjanjikan yang tidak hanya murah namun turut berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Baca juga: Aliran Listrik Sering Terputus Saat Hujan, PLN Beberkan Alasannya

"PLTS sekarang saja masih berproduksi pukul 10.00 pagi hingga pukul 14.00. Sebagian masih intermittent, sisanya masih menggunakan energi fosil," tuturnya. Dsy19

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru