Vaksinasi Guru Belum Tuntas, 11 Sekolah di Pasuruan Tak Bisa PTM

surabayapagi.com
Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka digelar di Pasuruan sejak Jum’at (28/5) lalu. Namun, ada 11 sekolah yang tak bisa menggelar PTM lantaran vaksinasi guru yang belum tuntas.

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Kegiatan belajar mengajar  (KBM) secara tatap muka untuk jenjang SD dan SMP di Pasuruan telah mulai digelar sejak Jum’at (28/5) lalu. Namun, ada 11 sekolah (10 SD dan 1 SMP) yang tak bisa menggelar uji coba PTM.

Belum tuntasnya vaksinasi bagi para tenaga pengajar (guru) menjadi penyebab 11 sekolah tersebut tidak bisa menggelar uji coba PTM.

Baca juga: Pengmas Farmasi Unair 2022, Dorong Pola Hidup Sehat Bagi Siswa SMP

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani melalui Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar, Mochammad Syafi’i.

Syafi’I menyebut,  vaksinasi di sekolah tersebut masih belum tuntas. Guru baru mendapatkan satu kali vaksin.

“Sesuai petunjuk Satgas Penanganan Covid-19 bahwasanya syarat simulasi PTM adalah sudah selesainya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan sebanyak dua kali. Kalau satu kali, masih belum diperbolehkan,” kata Syafi’i saat simulasi PTM di SMP Negeri 1 Bangil, Senin (31/05/2021).

Kesebelas sekolah tersebut terdiri dari SMP Negeri 2 Bangil, SDN Manaruwi 1 dan SDN Manaruwi 2, SDN Masangan, SDN Raci 1 dan SDN Raci 2, SDN Gempeng 1 dan SDN Gempeng 2, SDN kalirejo, SDN Kalianyar 1 dan 2, serta SDN tambakan.

10 SD yang tidak bisa belajar tatap muka berada dalam naungan Puskesmas Raci. Vaksinasi masih dijadwalkan pada 2 Juni mendatang.

Baca juga: PTM 100 Persen, Kantin Masih Dilarang Buka

“Vaksin kedua baru dilakukan tanggal 2 Juni besok. Karena antara vaksin satu pertama dengan kedua harus ada jarak 2 minggu atau 14 hari,” terangnya.

Meski tidak semua sekolah bisa melakukan uji coba, namun Dispendik yakin bahwa uji coba berjalan lancar. Semua bisa melaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Insya Allah semuanya siap. Termasuk yang hari ini terpaksa urung menggelar simulasi,” singkatnya.

Syafi’I menyebut, untuk sekolah swasta sampai saat ini vaksinasi masih belum merata. Sebab di Kabupaten Pasuruan sendiri ada 717 lembaga Pendidikan SD negeri maupun swasta. Di tingkat SMP pun totalnya mencapai 158 sekolah.

Baca juga: Surabaya PTM 100 Persen, Pemkot Diminta Evaluasi Harian

Meski 11 sekolah negeri tersebut tidak bisa menggelar simulasi PTM, tapi Dispendik Kabupaten Pasuruan meyakini bahwa PTM yang akan diresmikan pada tahun ajaran baru 2021/2022, Juli mendatang bisa dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

“Intinya adalah ketersediaan vaksin yang memang belum sepenuhnya datang. Tapi Insya Allah, Juni ini dihabiskan semua untuk guru dan tenaga kependidikan se- Kabupaten Pasuruan,” tandasnya.

Sementara itu, saat ditanya perihal hasil evaluasi monitoring PTM tyang dimulai Jumat (28/05/2021) hingga hari ini, Syafi’i mengacungkan jempol. Menurutnya, semua sekolah sudah melaksanakan prokes (protokol kesehatan) dengan sangat bagus. Mulai dari ketersediaan wastafel, hand sanitizer dan masker, pembagian jumlah siswa dalam kelas hingga pembentukan satgas Covid-19 yang diambilkan dari guru dan siswa.

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru