Ibu Rumah Tangga yang Eksis Berkreasi Smoothy Sprei House

surabayapagi.com
Lidya Sari dengan produk Smoothy Sprei House. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Lidya Sari yang merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik Smoothy Sprei House seperti aneka sprei, bedcover, dan home set tetap berkreasi dan sukses dengan pendapatan puluhan juta per bulan dari bisnis sprei.

Awalnya Lidya hanya sebagai pedagang atau reseller sprei, namun hatinya tergerak untuk bisa membuat produk sendiri. Sebelum jadi pengusaha pembuat sprei, Lidya sempat kerja rias penganten untuk kegiatan pesta perkawinan. Namun setelah anaknya sudah berusia 2 tahun, bisnisnya mulai tercetus.

Baca juga: ABC Day 2026: Siswa SD Almadany Gresik Tunjukkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini

"Modal awal saya dapat dana hibah dari Kementerian Koperasi Rp 15 juta. Modal itu dipakai untuk beli mesin jahit, mesin obras, bahan, plastik kemasan dan bikin katalog," katanya.

Ia mengatakan, kunci suksesnya adalah melayani semua jenis pesanan para pelanggan tanpa memilih dan melakukan pemasaran melalui reseller. Dengan pilihan bahan katun 70%, ia membuat sarung bantal, tutup galon, sprei sampe bed cover. Produk karyanya ini dijual mulai dari Rp 25.000 untuk sarung bantal, sprei mulai Rp 100.000-Rp 1,5 juta.

"Kita bikin juga yang spesial bahan sutra.Pokoknya pesanan apa aja, kita usahakan bisa buat," katanya.

Baca juga: Indonesia Sedang Kejar Rasio Kewirausahaan

Strategi penjualan usahanya agar bisa diterima pasar adalah membuat katalog. Selain itu, ia juga rajin ikut pameran untuk menjaring para reseller. Reseller bisa beli katalog Rp 30.000, nanti dapat keuntungan 10%-15�ri produk yang dijualnya.

"Sekarang saya udah punya 50 reseller mulai dari mahasiswa dan kebanyakan ibu-ibu rumah tangga kaya saya. Ibu-ibu muda sekarang kan banyak yang awalnya kerja swasta setelah menikah dan punya anak jadi ibu rumah tangga. Ibu-ibu ini cari kesibukan dan pendapatan tambahan," katanya.

Ia mengungkapkan ada reseller-nya yang bisa menjual sampai 100 potong sprei per bulan. Para reseller ini punya downline atau tenaga pemasaran sendiri dengan hanya bermodal menjual katalog ke orang lain lagi.

Baca juga: Pegadaian Gelar Road to The Gade Preneur di Banyuwangi

"Ingin, ada rencana nanti saat Lebaran atau penjualan reseller tertentu banyak, kita kasih bonus produk. Supaya lebih kenal, suka dan semangat jualan," katanya.

Lewat ketekunannya, saat ini Lidya bisa memproduksi 500-700 potong sprei per bulan. Omzet yang didapat sampai Rp 50 juta. "Anak saya dua, lumayan bisa bantu untuk keperluan sehari-hari," katanya tersenyum. Dsy4

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru