SURABAYAPAGI.COM, Bondowoso - Warga Desa/Kecamatan Wringin menolak gedung sekolah TK Pembina di Bondowoso yang akan dijadikan tempat isolasi pasien covid-19. alasannya, gedung tersebut berada di tengah-tengah pemukiman warga.
"Terus terang, warga sini keberatan kalau tempat itu dijadikan tempat isolasi. Karena rawan sekali penyebaran. Warga takut," kata salah seorang warga setempat, yang tak mau namanya disebut, Senin (26/7/2021).
Baca juga: Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen
Warga mendukung program tersebut untuk kepentingan masyarakat luas di masa pandemi covid-19 ini. Namun niat untuk dijadikan tempat isolasi gedung TK Pembina harus diurungkan.
"Tapi wong namanya takut, mas. Kalau bisa, ya carikan tempat lain saja. Daripada malah menimbulkan gesekan di bawah," cetusnya.
Secara terpisah, Jubir Satgas COVID-19 Bondowoso dr Mohamad Imron membenarkan ada penolakan warga Desa Wringin tersebut. Pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi.
Baca juga: Tekan AKI dan AKB, Bondowoso Dorong Penguatan Deteksi Dini hingga Nifas
"Benar, memang ada penolakan. Tapi kami masih akan carikan solusi," ungkapnya.
Menurut pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso ini bahwa penentuan tempat isolasi di kecamatan-kecamatan tersebut sebenarnya ditentukan satgas kecamatan.
"Saat ini memang ditekankan agar di setiap kecamatan ada tempat isolasi. Untuk memudahkan pemantauan. Karena aturan terbaru dari pusat, ke depan tidak ada lagi isolasi mandiri," tegasnya.
Baca juga: Viral Pengantin Gen Z di Bondowoso, Pilih Koper Buat Wadah Seserahan Nikah
Penentuan tempat isolasi di masing-masing kecamatan tersebut untuk mendekatkan penyintas covid-19 di tempat tinggalnya. Sehingga lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga.
Editor : Moch Ilham