Berbisnis Bibit Anggur Beromzet Puluhan Juta

surabayapagi.com
Yatno Gondrong saat di kebun anggur miliknya. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Berawal dari lahan kebun sayur di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Yatno Gondrong mendapat izin dari pemerintah daerah setempat, dan mulai menjalankan usahanya berbisnis budidaya bibit anggur.

Untuk bisa mendorong banyak pihak membeli bibit anggurnya, dia membuat kebun tempat dia menanam ragam jenis anggurnya hingga berbuah lebat. Kebunnya tersebut dia namakan Kebun Imut Sinakal (KIS).

Baca juga: ABC Day 2026: Siswa SD Almadany Gresik Tunjukkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini

Buah di kebunnya tidak dijual, tapi hanya diperuntukkan bagi pengunjung untuk mencicipinya. “Cocok, maka menanyakan bibit,” kata Yatno.

Setiap tiga bulan, Yatno lewat komunitas akan mengimpor sejumlah jenis bibit anggur yang dinilai cocok dengan kondisi di Indonesia.  “Rp 1 juta – Rp 2 juta per bibit, baru dikembangkan," ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Jember Realisasikan Program 'Gerobak Cinta' Demi Perkuat Ekonomi Rakyat

Dia mengatakan anggur cocok tumbuh di lahan terbuka pada suhu 28 derajat Celsius, hanya membutuhkan penyiraman dua kali sehari, dan sudah mulai berbuah di usia tak sampai satu tahun. “(Di sini ada) 90 jenis anggur dari berbagai negara yang banyak digemari,” bebernya.

Konsumen bibit anggurnya tak sebatas warga Jakarta. Yatno juga melayani pembelian antar-pulau antara lain ke Lombok, Jambi, dan Papua. “Pendapatam per bulan Rp 20 juta- 25 juta,” ujar Yatno.

Baca juga: Tinjau Pelatihan Kewirausahaan, Mbak Wali: Ini Upaya Pemerintah Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Bagi PEKKA

Dia berharap lahan anggur kedepannya menjadi tempat wisata yang banyak didatangi masyaraka, dan memotivasi generasi muda agar tidak malu bertani untuk meringankan kebutuhan dapur. Dsy3

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru