Pemkab Lumajang Usul Lapas jadi Pesantren

surabayapagi.com
Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat mneghadiri acara pemberian remisi kepada narapidana di lapas kelas IIB Lumajang.

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Bupati Lumajang Thoriqul Haq mencetuskan ide untuk merevitalisasi lapas. Salah satunya dengan menyulap penjara menjadi pesantren.

“Konsep pesantren di lapas jadi inovasi antara Pemda Lumajang dan Kemenag. Yang perlu ditambah mungkin seperti perluasan masjid. Setelah selesai nanti, Kemenag akan menjadi tenaga pengajar, sedangkan santrinya dari penghuni lapas,” katanya, Selasa (17/8).

Baca juga: Lewat Kontes Ternak, Pemkab Lumajang Cari Kambing Senduro dan Domba Unggulan

Gugusan itupun langsung direspon direspon positif oleh Kepala lapas Kelas IIB Lumajang, Agus Wahono.

Baca juga: Di Tengah Rehabilitasi Pasar Klojen, Pemkab Lumajang: Pedagang tak Perlu Direlokasi

Sebab sebetulnya, konsep serupa pernah diterapkan Agus saat masih bertugas di Jawa Barat.

Menurutnya, konsep pesantren di dalam lapas terbukti dapat meningkatkan kerohanian para tahanan. Tidak jarang, setelah tahanan bebas ada yang menjadi ustaz untuk berbagi ilmu agama kepada masyarakat.

Baca juga: Lanjutkan WFH setiap Jumat, Pemkab Lumajang Mampu Hemat Kas Hingga Rp464 Juta

“Sangat mungkin ketika ada napi dihukum 3-4 tahun setelah lulus (bebas) jadi hafal alquran. Selanjutnya saya akan menghadap kepala Kemenag dan bupati untuk segera mewujudkan ide ini. Karena penghuni lapas sendiri sudah siap, mereka 24 jam selalu ada di lapas. Tinggal menyiapkan pengajarnya, dan bagaimana kurikulumnya,” pengkasnya.

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru