Pemkot Malang Lakukan Swab Rutin ke Sekolah

surabayapagi.com
Program swab rutin di sekolah untuk mengantisipasi munculnya klaster baru covid-19.

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Sejak pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali digelar, pemerintah kota (Pemkot) Malang mengeluarkan program swab rutin di sejumlah sekolah untuk mengantisipasi adanya klaster baru.

Kali ini swab rutin dilakukan di SMP Negeri 20 Kota Malang dan SDN Bunulrejo 2 Kota Malang, Jumat, (24/9/2021).

Baca juga: Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026

“Memang ini sudah menjadi program sebetulnya. Kami sudah programkan bahwa siswa dan guru dilakukan testing secara reguler bukan insidental. Jadi ada tahapannya. Karena itu tadi, untuk mewaspadai sedini mungkin,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Swab pada Jumat pagi itu digelar untuk guru dan sejumlah siswa yang telah mendapat izin dari orang tua. Sutiaji melihat langsung proses swab rutin ini. Dia didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif.

Baca juga: Momen Prabowo dan AHY Satu Mobil di SMA Taruna Nusantara Malang

“Saya berharap program swab rutin di sekolah ini dapat terus dikuatkan. Nantinya, swab rutin ini akan menyasar kepada guru dan siswa. Akan kita perbanyak terus. Karena akan kita lakukan 3T (tracing, testing, treatment). Baik di sekolahan maupun di masyarakat. Harapannya sedini mungkin kita ketahui positive ratenya berapa,” ujar Sutiaji.

Sutiaji menganggap swab rutin sangat penting bagi siswa. Karena, mayoritas siswa SD belum mencapai usia minimum (12 tahun) untuk menerima vaksinasi Covid-19. Dia berharap Dinas Pendidikan Kota Malang dapat mengomunikasikan kepada wali murid terkait swab rutin di sekolah ini.

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 80 Persen di Momen Nataru

“Tetap kita waspada. Makannya kita lakukan testing terus menerus. Kalau siswa SMP dan SMA, dia pelan tapi pasti sudah menerima vaksin. Tapi kalau SD, SD ini akan kita kuatkan untuk testingnya. Karena SD kelas 6 pun belum semuanya sudah masuk pada usia boleh divaksin, jadi belum semua bisa menerima vaksin,” tandasnya.

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru