SURABAYAPAGI.com, Malang - Sempat viral terkait aduan pengguna jalan di Kota Malang, Jawa Timur terkait penampakan truk sampah dalam kondisi miris dan tak layak dioperasikan. Namun kenyataannya truk tersebut masih beroperasi hingga saat ini. Mengenai hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyebut beroperasinya truk sampah itu karena adanya kendala teknis.
Dari rekaman warga yang diunggah di media sosial, truk sampah milik DLH sudah dalam kondisi usang dengan bagian bak belakang berlubang. Truk pengangkut sampah itu terekam saat melintas di kawasan Dieng, Kota Malang. Sejumlah sampah yang berada di bak pun berceceran di jalan yang dilintasi.
Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang angkat bicara terkait beredarnya video kondisi truk pengangkut sampah tersebut, pihaknya menyebut jika penggunaan truk yang sempat viral tersebut terpaksa dilakukan sebagai langkah darurat akibat adanya kendala teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang.
"Kemarin ada beberapa truk tertahan di TPA karena proses pengurukan memakan waktu lama akibat posisi hujan. Dampaknya, terjadi penumpukan di beberapa titik pengambilan yang membutuhkan tambahan armada segera," ujar Raymond.
Lebih lanjut, Raymond juga menjelaskan, bahwa munculnya truk-truk kondisi memprihatinkan tersebut dipicu oleh melambatnya proses pembuangan di TPA akibat faktor cuaca. Ditambah karena kebutuhan mendesak dan keterbatasan armada yang siap jalan, truk 'cadangan' tersebut akhirnya dioperasikan kembali.
"Truk itu memang dalam rencana perawatan. Tapi karena belum sempat diperbaiki dan ada kebutuhan mendesak, terpaksa dipakai. Sebagai antisipasi agar sampah tidak jatuh, bak truk tetap ditutupi terpal saat pengangkutan," imbuhnya.
Perlu diketahui, saat ini DLH Kota Malang memiliki total 48 unit truk, di mana tiga di antaranya dalam kondisi rusak parah dengan kondisi bak berlubang dan berkarat. Mayoritas armada yang ada merupakan pengadaan tahun 2015 hingga 2017, bahkan beberapa unit tercatat merupakan produksi di bawah tahun 2000. Pihaknya juga sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta per tahun untuk seluruh armada. ml-02/dsy
Editor : Redaksi