Tokoh Masyarakat di Kelurahan Bangselok Angkat Bicara Terkait Pasar Manikam

surabayapagi.com
H. Rafik Tokoh Masyarakat di Kelurahan Bangselok Kab. Sumenep. SP/ Ainur Rahman

SURABAYAPAGI, Sumenep - Keberadaan pasar Manikam di jantung kota sumenep itu terus disoal. Tokoh masyarakat Kelurahan Bangselok H. Rafik mengatakan, sejak tahun 2019 dirinya selalu dilibatkan dalam musyawarah terkait penertiban Pasar Manikam, namun sejak saat ini belum ada kejelasan. 

“Pasar itu memang tidak jelas pengelolanya. Jadi karena tidak jelas maka hampir setiap hari bisa dipastikan ada pengendara yang berantem, karena memang jalan sempit,” ujarnya kepada Surabayapagi, kemarin.

"Saya hanya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep agar menertibkan pasar dan mengembalikan bahu jalan kepada asalnya," imbuhnya.

Tidak hanya itu, kata dia, dengan diberlakukannya penertiban Pasar Manikam jadi jalan,  maka akan memperindah keberadaan jantung kota, sebagaimana pemerintah memindahkan para PKL di taman Bunga Kota Sumenep.

"Mengenai Pasar Manikam, saya sama Pak Fauzi dilibatkan dalam musyawarah pada saat beliau menjabat sebagai Wakil Bupati, namun sekarang beliau telah menjadi Bupati dan memegang kebijakan, kita lihat saja kerjanya,” katanya.

Tak mudah memang sambungnya, karena itu menyangkut perekonomian masyarakat, jadi perlu pertimbangan yang matang, namun pemerintah tentu memiliki solusi untuk mencari tempat bagi para pedagang.

"Saya sangat mendukung jika pemerintah melakukan jalur kerjasama baik melalui kerjasama dengan pasar yang dikelola desa seperti di Pamolokan atau di Pasar Bangkal,"ujarnya.

Dikatakan H. Rafik sudah beberapa kali pertemuan dirinya dilibatkan dalam musyawarah mengenai penertiban Pasar Manikam, dan hampir setiap kali pertemuan pihaknya menyampaikan agar pemerintah bisa mengembalikan bahu jalan. 

"Semua yang berkaitan dengan tata kota waktu itu diundang, salah satunya, Disperindag, Camat Kota, Dishub, PU Cipta Karya, Satpol PP. Kelurahan Bangselok dan saya sebagai tokoh masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan musyawarah yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sumenep, Fauzi pada saat itu, hampir ada kesepakatan.” Hanya karena beliau sibuk dengan pilkada kemarin, maka mengenai Pasar Manikam dihentikan sementara,” pungkasnya. ( Ar)

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru