Harga Naik Ugal-ugalan, Pemkab Ponorogo Genjot Diversifikasi Tanaman Kedelai Lokal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Kedelai lokal yang sudah di panen. SP/ PNG
Ilustrasi. Kedelai lokal yang sudah di panen. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena mahalnya harga komoditas kedelai impor baru-baru ini, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, mulai mendorong petani untuk melakukan diversifikasi tanaman pangan dengan menjaga keberlangsungan komoditas kedelai lokal.

Adanya program tersebut juga menyusul fenomena di tengah perubahan pola tanam petani yang kini cenderung beralih ke padi dan jagung. Sehingga, pemerintah tetap hadir melalui berbagai program untuk mendorong petani mempertahankan budidaya kedelai.

“Kami terus mendorong agar kedelai tetap ditanam, salah satunya melalui pola tumpang sari di lahan jagung,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo Tri Budi, Kamis (07/05/2026).

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, untuk luas tanam kedelai di Ponorogo memang mengalami penurunan signifikan dari sekitar 30 ribu hektare pada 2017 menjadi sekitar 351 hektare saat ini. Sedangkan terkait perubahan ini dipengaruhi peningkatan ketersediaan air, termasuk dari Waduk Bendo, yang memungkinkan petani menanam padi lebih intensif.

Meski demikian, pemerintah tetap mengupayakan keseimbangan komoditas dengan memberikan bantuan benih serta program penguatan kelompok tani, meskipun realisasinya masih menghadapi tantangan di lapangan. Pasalnya, dari sisi teknis, kedelai sebenarnya memiliki keunggulan karena masa tanam relatif singkat dan tidak membutuhkan banyak air, sehingga masih berpotensi dikembangkan sebagai tanaman sela.

Sementara untuk fenomena keterbatasan produksi lokal saat ini membuat kebutuhan kedelai masih dipenuhi dari impor. Namun demikian, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat produksi dalam negeri agar ketergantungan dapat dikurangi secara bertahap. “Kami berupaya menjaga agar kedelai lokal tetap eksis, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya. pn-02/dsy

Berita Terbaru

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyuguhkan banyak destinasi wisata favorit alam yang wajib dikunjungi, salah satunya Pantai…

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Madiun mulai menunjukkan tren positif dan dipenuhi…

Sidak Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, DKPP Kota Blitar Temukan Sapi Terjangkit LSD

Sidak Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, DKPP Kota Blitar Temukan Sapi Terjangkit LSD

Kamis, 07 Mei 2026 13:00 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar…

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menyusul kebijakan penertiban besar-besaran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap praktik jual beli yang memakan badan…

Keberhasilan Pembatasan Jam Malam, Pemkot: Kenakalan Remaja di Surabaya Turun 80 Persen

Keberhasilan Pembatasan Jam Malam, Pemkot: Kenakalan Remaja di Surabaya Turun 80 Persen

Kamis, 07 Mei 2026 12:42 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerapan kebijakan sweeping jam malam bagi anak-anak (remaja) yang masih berada di luar rumah setelah pukul 22.00…

Lewat Agenda Kontes dan Bursa Ternak, Pemkab Banyuwangi Kenalkan Potensi Peternakan

Lewat Agenda Kontes dan Bursa Ternak, Pemkab Banyuwangi Kenalkan Potensi Peternakan

Kamis, 07 Mei 2026 12:22 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar agenda Kontes, Pameran dan Bursa Ternak…